Indeks Harga Pantau Kualitas Rumah

Oleh : Herry Barus | Jumat, 14 September 2018 - 16:30 WIB

Dirut BTN Maryono (Foto Rizki Meirino)
Dirut BTN Maryono (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono mengatakan indeks harga rumah (IHR) dapat membantu masyarakat memantau harga rumah sesuai kualitasnya.

"Saya optimistis hadirnya IHR ini tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah dan pengembang perumahan, tetapi juga masyarakat yang ingin membeli rumah," katanya dalam peluncuran BTN House Price Index di Jakarta, Kamis (13/9/201)

Berbeda dengan indeks yang disajikan institusi lain, "house price index" atau HPI yang diracik tim riset Housing Finance Center (HFC) Bank BTN memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode "matched sales" menggunakan data penyaluran KPR Bank BTN di seluruh Indonesia.

IHR BTN menggunakan data harga rumah yang dipakai yakni saat terjadi transaksi jual beli, dengan demikian lebih dapat dipertanggungjawabkan akurasinya, jelas Maryono.

Apalagi, ujar dia, BTN saat ini menguasai 37 persen pangsa pasar pembiayaan rumah dengan kantor cabang di seluruh Indonesia untuk IHP ini yang dipergunakan untuk rumah tipe 21-36, 40, dan 70.

Indeks ini juga menyajikan data yang lebih valid dibandingkan dengan indeks lain yang seringkali dikeluarkan lembaga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan datanya.

Dengan metode yang sudah dimodifikasi, tim riset HFC BTN bekerja sama dengan InterCAFE IPB memaparkan, dihitung dengan menggunakan tahun dasar Januari 2014, HPI nasional terus menanjak, data per Juni 2018 Indeks Harga Properti Nasional tercatat mencapai 155,26 dengan pertumbuhan 7,23 persen (year on year/yoy).

HPI secara nasional tersebut meningkat dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22.

Berdasarkan olahan data Bank BTN, tercatat Indeks Harga Rumah tipe kecil yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan HPI sebesar 143,97 dan 141,20.

"Hal ini menggambarkan bahwa permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas, kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Maryono.

Sementara itu empat provinsi yang berada di atas HPI nasional berturut-turut tercatat di Provinsi Kepulauan Riau dengan angka 215,43, sementara posisi kedua tertinggi adalah DKI Jakarta dengan indeks 189,2, selanjutnya Provinsi Jawa Timur dengan angka indeks 173,34 dan posisi keempat adalah Provinsi Banten dengan indeks 156,8.

"HPI di Kepulauan Riau rata-rata pertumbuhannya sebesar 20,09 persen didorong perkembangan properti di Batam yang terus meningkat seiring dengan kenaikan harga rumah, tidak heran Batam menjadi kabupaten yang mencatatkan HPI sebesar 223,76 tertinggi kedua setelah kabupaten Jember di Jawa Timur yang mencapai 229,4," kata Maryono.

Ke depan, Maryono memproyeksikan HPI akan terus meningkat meski pertumbuhan harga rumah cenderung melambat karena faktor supply dan demand, tingkat suku bunga kredit dan ketersediaan properti.

Namun demikian, Maryono menilai permintaan rumah masih cukup tinggi di provinsi yang padat penduduk seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena backlog masih tinggi.

Maryono juga memberikan catatan rumah tipe kecil (21 dan 36) mengalami kenaikan harga tertinggi hal ini terjadi karena permintaan tipe rumah seperti itu masih sangat besar.

Selain itu konsentrasi pembangunan perumahan terbesar masih berada di sepuluh kota besar di Indonesia, ungkap Maryono.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).