Maraknya Pembangunan Infrastruktur Tak Berdampak pada Semen Padang

Oleh : Herry Barus | Kamis, 13 September 2018 - 16:28 WIB

Dirut Semen Padang Yosviandri
Dirut Semen Padang Yosviandri

INDUSTRY.co.id - Padang- Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri mengemukakan kendati pemerintah tengah giat membangun infrastruktur di Tanah Air namun ternyata belum mampu mendongkrak penjualan semen secara signifikan karena terjadinya kelebihan suplai.

"Belakangan ini penjualan Semen Padang  mulai tergerus karena masuknya semen swasta, ini merupakan tantangan yang dihadapi karena ketatnya persaingan," kata dia di Padang, Kamis(13/9/2018)  saat bersilaturahim dengan awak media.

Menurut dia bukan berarti Semen Padang tidak mampu bersaing di pasar namun lebih kepada terjadi persaingan luar biasa karena terdapat 15 pabrik semen di Tanah Air dengan kapasitas produksi mencapai 60 juta ton per tahun.

"Kuncinya adalah strategi pemasaran, melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas serta efisiensi," ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah lebih arif menyikapi fenomena industri persemenan saat ini di Tanah Air dengan tetap  memperhatikan perusahaan semen milik negara.

Pada sisi lain Semen Padang saat ini juga tengah fokus melakukan ekspor  karena ini cukup membantu apalagi saat nilai tukar dolar sedang menguat sehingga cukup menguntungkan.

Apalagi pada 2019 sejumlah pekerjaan infratruktur juga sudah banyak yang selesai dan peluang yang bisa diambil adalah pasar ekspor serta pemanfaatan dana desa , kata dia.

Ia menyampaikan pada 2018 Semen Padang memasang target penjualan sebesar 8,3 juta ton dan hingga Agustus sudah terjual sebanyak lima juta ton.

" Sampai saat ini penjualan cukup menggembirakan, kami optimis dalam empat bukan ke depan target penjualan bisa tercapai apalagi di beberapa bulan terakhir polanya banyak yang mengerjakan proyek fisik," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:30 WIB

BCA Pastikan Akuisisi Bank Kecil Selesai Tahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk memastikan proses akuisisi bank umum kegiatan usaha I (BUKU I) atau bank bermodal di bawah Rp1 triliun akan selesai pada tahun ini, setelah rencana tersebut tak kunjung…

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:00 WIB

Garuda Sudah Turunkan Tarif di Sejumlah Rute

PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) soal lonjakan…