Kenaikan Kunjungan Wisman Lampaui Angka Psikologis

Oleh : Herry Barus | Minggu, 09 September 2018 - 18:00 WIB

Ilustrasi Kunjungan Wisatawan manca negara (Wisman)
Ilustrasi Kunjungan Wisatawan manca negara (Wisman)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan kenaikan kunjungan wisman pada Juli 2018 menjadi 1,5 juta wisatawan dalam sebulan melampaui angka psikologis.

"Juli sebanyak 1,5 juta wisatawan jadi total sudah 9 juta wisman, kurang 7 juta lagi untuk memenuhi target tahun ini, makin yakin karena ini angka psikologis pertama yang terlampaui," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat (7/9/2018)

Ia mengatakan, jika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bisa dipertahankan 1,5 juta perbulan sampai akhir tahun ini maka angka target untuk tahun depan ternyata dapat dipenuhi.

Tahun ini ditetapkan target tinggi sebesar 18 juta wisman dan target rendah 16 juta wisman sementara tahun depan jumlah target naik menjadi 18 juta-20 juta wisman.

Menurut dia, angka psikologis tersebut merupakan sinyal positif dan optimisme bagi kinerja sektor pariwisata di Tanah Air.

"Namun, saat Agustus saya sudah yakin tapi ada bencana gempa bumi di Lombok yang ternyata dampaknya tidak kecil bisa dilihat 'cancelation' lumayan," katanya.

Pihaknya memperkirakan pembatalan perjalanan wisman akibat gempa Lombok tercatat sekitar 30 persen dari total kunjungan reguler.

"Yang "cancel" di Lombok beberapa hari itu sekitar 30 persen, misalnya yang melalui Jakarta ada 200.000 wisman dari negara-negara Asia turun menjadi 140.000 wisman," katanya.

Indonesia diuntungkan dengan ajang Asian Games yang menyumbangkan kunjungan 100.000 atlet, ofisial, dan wisatawan sehingga total penurunan jumlah kunjungan akibat gempa Lombok tertutupi.

"Jadi total penurunan hanya sekitar 40.000 wisman," katanya.

Indonesia kata dia, juga diuntungkan dengan rencana digelarkan pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober mendatang.

Ia mengatakan ajang tersebut diperkirakan mampu menjaring 18.000-2.000 wisatawan "high end" dengan tingkat pengeluaran dua kali lipat lebih tinggi dari wisatawan reguler.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan kunjungan wisman menjadi 1,5 juta wisatawan pada Juli 2018 atau naik 16,57 persen dibanding Juni 2018 sebanyak 1,3 juta wisatawan.

Arief memperkirakan kenaikan kunjungan salah satunya didongkrak beberapa ajang internasional yang digelar di samping promosi gencar yang terus dilakukan.

Tercatat sampai saat ini wisman asal Asia khususnya Asia Tenggara masih menjadi penyumbang terbesar jumlah wisman ke Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.