Presiden Namibia Apresiasi Indonesia Swasembada Beras dan Ekspor Jagung

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 01 September 2018 - 15:10 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Presiden Namibia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Presiden Namibia
INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Bangsa Indonesia dengan berbagai negara di Afrika memiliki kedekatan batin jika melirik dari sejarah masa lampau. Kedekatan itu sudah terbangun sejak masa pemerintahan Soekarno.

Melihat hal tersebut, tentunya kerjasama antara Indonesia dan berbagai negara Afrika diharapkan mampu berjalan dengan baik. Dengan perekonomian di benua Afrika yang terus tumbuh dan berkembang, tentu hal ini menjadi daya tarik bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika.

Presiden RepublikNamibia Hage Gottfried Geingob, salah satu negara di Afrika bagian selatan, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Presiden Hage mengunjungi Indonesia dalam rangka peningkatan kerjasama dalam hal infrastruktur hingga pertanian. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama semenjak Presiden Hage Gottfriedterpilih di tahun 2015.

Presiden Hage yang membawa beberapa delegasi termasuk Menteri yang membidangi Pertanian menekankan kemampuan Indonesia yang mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri untuk memenuhi konsumsi rakyat Indonesia. Sebelum bertolak ke negaranya, Presiden Hage bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melepas kepergian kembali ke negaranya dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (01/09/2018).

Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia yang mampu memenuhi pangan rakyatnya yang berjumlah 250 jiwa sementara Namibia yang berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain. Selain itu Presiden Hage mengapresiasi Indonesia yg kini mampu swasembada beras dan mengekspor jagung dengan sistem pengairan di area persawahan yg baik tanpa terpengaruh musim.

Kedepannya ada beberapa kerjasama yang akan ditindaklanjuti khususnya di bidang petanian. "Kita juga membangun kerjasama ke depan, yaitu bagaimana merubah lahan kering itu menjadi produktif, bagaimana mengangkat planting indeksnya dari satu menjadi dua kali, dari dua menjadi tiga kali", ujar Amran.

Presiden Hage tertarik akan pengembangan lahan kering di Indonesia. Menteri Amran sempat menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi pada lahan kering di Indonesia sudah melalui teknogi yang komprehensif dan berkelanjutan. "Sekarang kita membangun rain water harvesting technology, embung, sumur dalam, sumur dangkal kemudian small dam, mekanisasi pertanian dan bibit berkualitas", terang Menteri Amran.

Terkait bibit berkualitas, Menteri Amran akan menawarkan kepada Namibia untuk menggunakan bibit jagung dari Indonesia. Sebagai perbandingan, jagung yang ada Namibia memiliki produktivitas di angka 3 - 4 ton per ha sedangkan di Indonesia sudah ada yang mampu mencapai 10 ton per ha. "Jagung kita sudah ada yg mencapai 10 ton, namanya NASA (Nakula Sadewa), mekanisasi dan teknologi pertankan nanti kita juga sharing, Insyaallah sinergi kita segera dengan mereka", tutup Amran.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:37 WIB

Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan jaringan dan akses telekomunikasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran Telkom secara…

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:33 WIB

BPOM Komitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun kapasitas Palestina salah satunya pada sektor kesehatan.

- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:24 WIB

PBNU Luncurkan NU Channel Tayangan Program Dakwah

Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan "NU Channel" yang menayangkan sejumlah program seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni dan diskusi.

Manchester United (MU)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:20 WIB

Siapkan Dana Capai Rp 60 Triliun, Pangeran Saudi Ini Siap Beli Manchester United

Pangeran Muhammad bin Salman dikabarkan akan mengambil alih Manchester United dari keluarga Glazer senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp60 triliun.

PT Mobil Anak Bangsa segera produksi massal bus listrik merek MAB (Foto: Fadli INDUSTRY.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:32 WIB

Gandeng Tiongkok, Bakrie Otoparts Akan Kembangkan Bus Listrik

Bakrie Otoparts gandeng perusahaan Tiongkok BYD Corporation mengembangkan bus listrik untuk digunakan di sejumlah kota di Indonesila dalam upaya menciptakan transportasi ramah lingkungan dan…