Lima Hal Ini Yang Perlu Diketahui Tentang LRT di Jakarta

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 24 Agustus 2018 - 11:34 WIB

LRT Stasiun Veledrome-Kelapa Gading
LRT Stasiun Veledrome-Kelapa Gading

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Masa uji coba Light Rail Train (LRT) Jakarta sudah dilakukan tiga kali, adapun rute uji coba LRT tersebut yakni Stasiun Veledrome-Kelapa Gading.  Ternyata setelah dilakukan uji coba, tak ada kendala dalam pengoperasian LRT tersebut, tapi sampai sekarang kenapa belum dioperasikan ya?

1. Operasi uji coba LRT harus sebulan

Corporate Secretary PT Jakpro Hani Sumarno mengatakan, uji coba Light Rail Transit ( LRT) dilakukan satu bulan untuk melihat dan mengatasi kekurangan pada kereta tersebut.

Sumarno meneruskan, masa uji coba RLT ini telah dilakukan dan hasilnya terlihat bagus. “Uji coba tidak ada kendala,” ujarnya.

Kata Sumarno, moda transportasi ini bukan untuk momen Asian Games 2018. Namun Djoko menjelaskan akan memanfaatkan momen Asian Games sebagai sarana komunikasi dengan publik tentang sarana transportasi LRT

2. LRT menampung 278 penumpang per set

Direktur Proyek LRT Jakarta Iwan Takwin mengatakan, penumpang yang diangkut akan dipilih secara selektif, mengingat agar penumpang nyaman di dalam LRT tersebut. LRT Jakarta telah memiliki delapan trainset pada mainline di Kelapa Gading.

“Dengan total jumlah penumpang per set yang bisa dilayani kereta tersebut mencapai 278 penumpang per set agar para penumpang nyaman,” kata Iwan.

 3. Rute sepanjang 5,8 km

Sebelumnya, kereta ringan LRT ini sudah diujioperasikan pada 15,16 dan 20 Agustus lalu. Adapun rute RLT ini adalah rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km.

4. LRT akan mengangkut penumpang terbatas

Iwan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan operasi dari Kementerian Perhubungan guna bisa memulai uji operasi.

Iwan melanjutkan, nantinya RLT Jakarta tersebut akan mengangkut penumpang secara terbatas.

“Serangkaian proses uji coba masih harus dilalui LRT ini agar bisa beroperasi secara penuh,” katanya.

5. Rencananya, harga tiketnya Rp10.800 lho

LRT Jakarta Segera Beroperasi, Ini 5 Fakta yang Perlu Kamu TahuANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Harga tiket LRT Jakarta diusulkan Rp10.800. Namun untuk sementara harga tiket ini sedang diusulkan dewan transportasi kota Jakarta.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan angka tersebut cukup moderat untuk bisa menikmati moda transportasi sekelas LRT.

“Kalau perhitungan melalui biaya operasionalnya, harusnya diberikan harga Rp35.000 - Rp40.000," kata Djoko. Wah, jadi gak sabar ya mencoba LRT Jakarta.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.