Sritex Optimistis Raup Pendapatan Lebih dari US$716 juta

Oleh : Hariyanto | Kamis, 09 Februari 2017 - 06:35 WIB

PT Sri Rejeki Isman Tbk
PT Sri Rejeki Isman Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Sri Rejeki Isman Tbk tahun ini berambisi untuk meningkatkan penjualan dengan meningkatkan kapasitas produksi pabrik baru yang mulai beroperasi.

Perusahaan dengan kode emiten SRIL optimistis mampu meraup pendapatan pada tahun ini lebih dari US$716 juta dengan laba bersih mencapai US$65 juta sampai dengan US$69 juta karena didukung kondisi makro ekonomi yang cukup baik.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan pada target pendapatan tahun lalu yaitu sebesar US$633 juta dengan laba bersih yang didapat sekitar US$60 juta.

Untuk mencapai target, ada beberapa langkah yang akan dilakukan perseroan untuk memacu penjualan pada tahun ini seperti normalisasi kapasitas produksi pabrik baru yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2017 dan fokus pada penjualan produk-produk yang bernilai tinggi.

Sedangkan pemulihan kapasitas produksi, direncanakan secara bertahap. Saat ini, progres pabrik baru sudah masuk dalam tahap uji coba produksi, hingga pada akhir tahun nanti kapasitas produksi spinning naik 16% menjadi 645.000 bales per tahun.

Sementara, kapasitas produksi waving meningkat 50% menjadi 120 juta per tahun, dyeing atau finishing naik 240 juta yard dan garmen naik 67 peraeb menjadi 30 juta potong per tahun.

Produk yang dibuat juga akan bertambah dengan nilai tambah yang lebih tinggi mulai dari lini pakaian fashion maupun seragam kerja, hingga membuat perlengkapan militer seperti tas, tenda, dan ponco. Sementara di produk hulu, SRIL masih menjajakan yarn, greige, dyed fabric, dan printed fabric.

Perseroan juga menganggarkan belanja modal sebesar US$15 juta, lebih rendah dibandingkan belanja modal tahun lalu yang mencapai US$60 juta. Hal ini karena perusahaan baru saja melakukan perluasan pabrik sehingga dana belanja modal pada tahun ini akan dipergunakan untuk pemeliharaan mesin.

Pemasaran produknya akan dilakukan dengan menggenjot pasar yang sudah ada seperti kawasan Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Saat ini, komposisi penjualan domestik dan ekspor perseroan seimbang.

Sedangkan analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, kinerja Sritex didukung sentimen pemberitaan yang positif.

"Dalam beberapa waktu belakangan, Sritex banyak sekali merilis pemberitaan yang mendorong perdagangan saham perseroan. Beberapa pemberitaan tersebut terkait pembangunan pabrik dan rencana penerbitan obligasi global," tutur Reza.

Reza menambahkan, pembangunan pabrik dan obligasi global, menjadi salah satu sentimen yang cukup kuat.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.