Ke Ternate, Menteri BUMN Tinjau Kondisi Korban KMP Bandeng

Oleh : Herry Barus | Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:46 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)
Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Ternate - Pasca insiden karamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di perairan Loloda, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (15/8) lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukan keprihatinannya dengan meninjau langsung kondisi korban yang dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoeirie Kota Ternate.

"Saya turut prihatin atas musibah ini. Namun kami juga bersyukur para penumpang dan awak kapal bisa ditemukan cepat dalam kondisi selamat berkat standar keselamatan yang diterapkan pihak ASDP dan kesigapan Basarnas serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan dan evakuasi para korban," kata Rini Jumat (17/8/2018)

Selain itu, Rini pun mengapresiasi kehandalan ASDP Indonesia Ferry dalam mengedepankan aspek keselamatan penumpang. Bahkan, setiap bulannya manajemen operasional ASDP pun rutin menggelar latihan keselamatan. "Selamatnya seluruh penumpang merupakan bukti bagaimana keselamatan penumpang menjadi prioritas oleh ASDP," ujarnya.

Turut hadir mendampingi Rini, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Staf Khusus III Wianda Pusponegoro, Staf Khusus V Parman Nataatmadja, serta sejumlah Direksi perusahaan ASDP Indonesia Ferry, Telkom, Jasa Raharja, Pelindo IV, Pertamina dan BRI. 

Sebagai bentuk apresiasi kepada Basarnas dan para Nelayan yang sudah bekerja keras membantu proses penyelamatan para korban, Rini pun turut menyaksikan penyerahan penghargaan dan bantuan oleh sejumlah BUMN. Bantuan dimaksud berupa dana pendidikan untuk anak petugas Basarnas (bagi anak tertua di bawah bangku kuliah) yang bertugas pada saat evakuasi dengan nilai total mencapai Rp 135 juta dari Jasa Raharja, bantuan 1 unit ambulans Basarnas dari Pertamina senilai Rp 200 juta, serta tabungan pendidikan anak nelayan dengan total nilai Rp 150 juta dari Bank BRI.

Adapun Telkom dan Pelindo IV yang turut memberikan bantuan sembilan unit mesin tempel perahu untuk tiga kelompok Nelayan dengan nilai total bantuan mencapai Rp 450 juta, dan PT Antam yang memberikan bantuan instalasi penerangan jalan di Kampung Baja dengan nilai Rp 150 juta. Tak ketinggalan, ASDP juga turut menyalurkan bantuan 100 life jacket untuk Polisi Air, 50 life jacket untuk Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, serta bantuan tali kasih bagi 30 penumpang KMP Bandeng dengan nilai total bantuan sebesar Rp 82,5 juta.

Standar Keselamatan Kapal ASDP Berjalan Baik

Ira Puspadewi, selaku Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry turut mengapresiasi usaha tim pencarian sehingga hampir seluruh korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tercatat, hingga Jumat (17/08), seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi dengan selamat. “Alhamdulilah doa kita bersama dikabulkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh korban juga telah 100 persen menggunakan life jacket. Bahkan sebagian besar para korban berada di dalam sekoci penyelamat tertutup seperti tenda yang di dalamnya dilengkapi stok makanan. Artinya aspek SOP kami telah dijalankan dengan baik dan tepat,” ucap Ira.

Ira menegaskan bahwa ketika kapal berangkat, nakhoda telah mendapat izin dari otoritas pelabuhan dan cuaca saat berangkat pun cukup bersahabat, namun di tengah jalan cuaca berubah menjadi buruk dan nakhoda melaporkan untuk kembali ke Tobelo. Selain itu, semua dokumen dan lisensi yang dimiliki KMP Bandeng pun terbukti valid. KMP Bandeng tidak melanggar muatan, saat kejadian memang membawa 12 truk namun kapal mampu mengangkut hingga maksimum 20 truk, sehingga kapasitasnya masih di bawah batas maksimum.

Ira menambahkan, pihaknya berkomitmen akan bertanggungjawab penuh atas biaya perawatan korban selama di Rumah Sakit serta membiayai perjalanan para korban menuju kediaman masing-masing. Sebanyak 19 orang kembali ke Tobelo dan telah disiapkan bus, 10 orang kembali ke Manado dengan menggunakan pesawat, dan 14 orang ke rumah di Ternate.

Hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung, dan pihak ASDP juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait yang telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di 3 lokasi yaitu di Ternate, Bitung, dan Jakarta untuk memastikan proses penyelamatan dan evakuasi berjalan dengan  baik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi obligasi

Senin, 19 November 2018 - 07:27 WIB

Obligasi Diperkirakan Positif Awal Pekan

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan pasar obligasi diperkirakan dapat kembali bergerak positif dengan asumsi dapat merespon penurunan imbal hasil obligasi AS di akhir…

Presiden Jokowi bersama Menteri Basuki tinjau pembangunan Jalan

Senin, 19 November 2018 - 07:16 WIB

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Kualitas Jalan Perbatasan di Papua

Pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini terus dilanjutkan. Kondisi saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 km jalan perbatasan mulai dari Merauke hingga Jayapura, Papua.

Direksi BRI Syariah

Senin, 19 November 2018 - 07:14 WIB

Satu Dasawarsa, BRI Syariah Luncurkan Inovasi Produk

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Produk perbankan syariah kini dituntut memiliki berbagai teknologi. Menyadari ini, PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah meluncurkan enam…

Merpati berhasil memperoleh mitra strategis agar Merpati kembali beroperasi. Mitra strategis tersebut akan melakukan tambahan penyertaan modal ke perusahaan sekurang-kurangnya Rp 6,4 triliun

Senin, 19 November 2018 - 06:40 WIB

Menhub: Kondisi Keuangan Maskapai Penerbangan Harus Sehat

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan sejumlah kualifikasi yang harus dimiliki sebuah maskapai penerbangan antara lain kondisi keuangan harus sehat.

Menkes Prof. Dr. Dr. Nila Moeloek, SpM (kanan), bersama dengan Technical Marketing Advisor Fonterra Brands Indonesia, Rohini Behl (kiri), menandai peluncuran kampanye Nasional Ayo Indonesia Bergerak

Senin, 19 November 2018 - 06:31 WIB

Kurangi Angka sedentari, Menkes Luncurkan Kampanye Nasional 'Ayo Indonesia Bergerak'

Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka aktivitas fisik kurang meningkat dari 26,1% menjadi 33,5% sehingga beresiko menimbulkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, kanker,…