Ekonomi Global Belum Stabil, Pan Brothers Tunda Pembangunan Pabrik Bahan Baku Tekstil Sintetis

Oleh : Hariyanto | Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:16 WIB

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)
PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan penundaan  rencana pembangunan pabrik bahan baku tekstil sintetis alias synthetic woven.

Penundaan tersebut dikarenakan kondisi perekonomian global yang belum stabil, setelah memanasnya tensi politik di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Korea Utara, Israel dan Palestina.

"Rencana pembangunan pabrik belum dapat direalisasikan tahun ini dan menunggu kestabilan pasar dunia," kata Wakil Presiden Direktur Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto kepada pers di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Rencana pembangunan pabrik synthetic woven ini dimaksudkan agar Pan Brothers tidak ketergantungan bahan baku impor. Selama ini, porsi impor synthetic woven dapat mencapai antara 70% sampai 80% dari total kebutuhan bahan baku tersebut.

Saat ini, Pan Brothers masih memiliki dana sisa hasil penawaran umum terbatas (PUT) III sebesar Rp 419,8 miliar. Dana tersebut rencanaya akan dibagi menjadi dua sumber pendanaan. Perinciannya, sebesar Rp 210 miliar digunakan untuk investasi dan sisanya Rp 219,8 miliar digunakan untuk menopang modal kerja.

Karena penundaan rencana pembangunan pabrik synthetic woven, maka tahun ini perseroan hanya fokus mengoptimalisasi kapasitas pabrik yang ada.

Hingga pada akhir tahun lalu, Pan Brothers memiliki kapasitas 90 juta potong. Diharapkan, tahun ini akan ada peningkatan kapasitas sebesar 10% sampai 15%. Untuk meningkatkan kapasitas tersebut, tahun ini Pan Brothers akan melakukan upgrade mesin dan digitalisasi sistem.

Anne menambahkan, dengan digitalisasi diharapkan kualitas produk yang dihasilkan lebih baik. "Walaupun saat ini sumber daya manusia (SDM) kami terbatas, dengan digitalisasi sistem tersebut, output akan lebih cepat," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Foto Doc Kementan

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:44 WIB

Hasilkan 20 Triliun dalam 3,5 Tahun, Ekspor Obat Hewan Indonesia Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Dalam kurun waktu 3,5 tahun, ekspor obat hewan telah signifikan mendatangkan devisa negara yang cukup besar. Berdasarkan data Direktorat…

Bambang Tribaroto Corporate Secretary Bank BRI (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:00 WIB

BRI-Pemprov Perkuat Sistem Informasi Pertanian di Jawa Tengah.

Bank BRI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara puncak perayaan Hari Tani 2018 yang dilaksanakan di Alun-alun Bung Karno, Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah Sabtu (20/10/2018).…

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan (Foto Dok Garuda Indonesia)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan

Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Jumat (19/10/2018) melakukan penandatanganan nota kesepahaman perpanjangan komitmen kemitraan strategis…

Taufik Hidayat, Direktur Utama PT. PP Properti Tbk (Dok. Industry)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:00 WIB

PT PP Bukukan Kontrak Baru Rp32,45 Triliun

PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi di Indonesia berhasil membukukan kontrak baru Rp32,45 triliun sampai akhir September 2018, naik 1,5 persen dibanding periode yang sama…

Ilustrasi Pertamina EP

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:30 WIB

Pertamina EP Capai Produksi 102 Persen

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) mencatat pencapaian produksi minyak PT Pertamina EP Asset 3 sebesar 12.408 BOPD atau 102 persen dari target 2018 sebesar 12.138 BOPD.