PT Inalum Tegaskan Negosiasi Ferrport Perlu Kejelasan Transaksi

Oleh : Hariyanto | Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:20 WIB

Budi Gunadi Sadikin menjadi Dirut PT Inalum (Persero) (Foto Humas)
Budi Gunadi Sadikin menjadi Dirut PT Inalum (Persero) (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa proses negosiasi Freeport membutuhkan kejelasan dalam setiap detail transaksi yang dilakukan.

"Head of Agreement atau perjanjian awal dengan Freeport tidak mengikat, namun itu diperlukan untuk memahami kejelasan detail bentuk transaksi," kata Budi Gunadi ketika seminar di DPD, Senayan, Jakarta, Senin (13/8/2018)

Budi Gunadi menjelaskan transaksi divestasi dengan Freeport memang belum terjadi, namun head of agreement (HoA) di awal diperlukan untuk mengunci komitmen dalam membuat perjanjian.

"Saham 51 persen itu masih secara legal, namun secara ekonomi kita hanya menerima sebanyak 30 persen," kata Budi.

Menurutnya, divestasi 51 persen Freeport yang dibicarakan hanya masih secara legal, sedangkan secara keekonomian, pemerintah Indonesia masih harus membeli saham yang dimiliki oleh Rio Tinto untuk bisa membeli seutuhnya 51 persen.

Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan permasalahan terkait kepemilikan PT Freeport Indonesia melalui penandatanganan "Head of Agreement" (HoA) dengan PT Freeport Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno seperti dilansir Antara  menyebutkan bahwa Inalum telah mendapatkan pinjaman terkait pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Ia menyebutkan jumlah komitmen dari pinjaman tersebut mencapai 5,2 miliar dolar AS.

"Laporannya dari Pak Budi (Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin) bahwa komitmennya sudah sampai 5,2 miliar dolar AS kita sudah dapat. Tetapi kita tidak pakai semua, karena nilainya tidak segitu," ujar Rini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengatakan bahwa proses negosiasi dalam akuisisi saham Freeport selama ini tidak mudah.

"Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini," kata Jokowi setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71.

Presiden juga mengapresiasi ketika mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport.

"Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Bandara

Rabu, 26 September 2018 - 10:20 WIB

BKPM Tawarkan Investasi Bandara Komodo Rp3 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menawarkan investasi pengembangan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, NTT, senilai Rp3 triliun dengan skema…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 26 September 2018 - 10:13 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen The Fed

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)dibuka melemah sebesar 2,74 poin pada Rabu (26/9/2018), dibayangi sentimen pertemuan The Fed.

Pameran otomotif akhir tahun, IIMS Makassar akan hadir pada tanggal 10 14 Oktober 2018 mendatang di Celebes Convention Center

Rabu, 26 September 2018 - 10:09 WIB

Pameran Otomotif IIMS 2018 Siap Menyapa Kota Makassar

Pameran otomotif akhir tahun, IIMS Makassar akan hadir pada tanggal 10 14 Oktober 2018 mendatang di Celebes Convention Center. Selama 5 hari penyelenggaraan, IIMS Makassar akan menggunakan lahan…

Barang Impor (Ist)

Rabu, 26 September 2018 - 10:07 WIB

Pemerintah Terapkan TKDN, Cukupkah Suplay ?

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menyatakan investor asing sangat berminat masuk ke Indonesia, meskipun memasuki tahun politik.

IHSG - Bursa Efek Indonesia (Dok INDUSTRY.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 09:53 WIB

Fundamental Stabil Hari Ini Cermati Sepuluh Saham

INDUSTRY.co.id

Jakarta - IHSG saat ini jelang pergantian bulan sekaligus pergantian kuartal dimana rilis data perekonomian awal bulan suku bunga dan inflasi yang…