Market Merah, Investor Dalam Negeri Panik Terhadap Resesi Turki

Oleh : Wiyanto | Selasa, 14 Agustus 2018 - 08:03 WIB

IHSG (Foto/Rizki Meirino)
IHSG (Foto/Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kemarin IHSG melemah akibat kepanikan terhadap resesi ekonomi Turki. Ini akibat kepanikan investor dalam negeri yang beranggapan resesi tersebut bisa menjalar ke Indonesia. Wal hasil market merah kemarin.

Kemarin, pergerakan IHSG gagal bertahan di atas target support di kisaran 6058-6064.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada menjelaskan, tampaknya pelaku pasar terlalu panik berlebihan dalam menanggapi sentimen dari resesi yang terjadi di Turki dengan pelemahan mata uangnya.

"Apalagi di pekan sebelumnya, telah dirilis penurunan cadangan devisa dan melebarnya defisit neraca pembayaran hingga berimbas pada pelemahan nilai tukar Rupiah," katanya di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Ia katakan, kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengasumsikan ekonomi Indonesia akan berpeluang terkena resesi seperti halnya Turki. Ditambah lagi dengan kenaikan yang cukup tinggi dari imbal hasil obligasi dan melebarnya spread obligasi dalam negeri dan AS makin membuat pelaku pasar panik.

"Asumsi itulah yang dimanfaatkan untuk menurunkan IHSG," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).