Sritex Harapkan Penghapusan Tarif Produk Tekstil ke Pasar Eropa

Oleh : Hariyanto | Senin, 13 Agustus 2018 - 15:20 WIB

Ilustrasi Pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex)
Ilustrasi Pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berharap adanya penghapusan tarif produk tekstil (TPT) ke pasar Eropa. Permintaan penghapusan tarif ini bisa dilakukan dalam negosiasi Indonesia- European Union Cemprehensive Economic Partnership Agreememt (I-EU CEPA).

"Jika Indonesia berhasil melobi penghapusan tarif impor tekstil di Eropa, menurut Welly, ekspor benang dan garmen SRIL bakal ikut naik. Produk yang saat ini ekspor di antaranya adalah benang dan kain jadi," kata Corporate Secretary SRIL, Welly Salam melalui keterangan pers, Senin (13/8/2018).

Bahkan SRIL juga mengekspor garmen berupa pakaian militer ke 33 negara baik Eropa maupun Asia. "Produk garmen militer dipasok berdasarkan tender dimana rata-rata sudah selesai di semester I tahun ini," ungkapnya.

Pada semester I-2018 ini, segmen ekspor SRIL menyumbang 53% dari total pendapatan bersih perseroan atau senilai US$ 292 juta. Naik 37% secara year on year (yoy) yang hanya US$ 212 juta.

Adapun, kawasan Asia masih mendominasi penjualan perseroan di semester I-2018. Nilainya US$ 218 juta atau tumbuh 71% dari tahun lalu. 

Sementara kawasan Eropa masih sekitar US$ 36 juta, hanya naik 5,8%.  "Kami optimistis pendapatan tahun ini tumbuh 35%," tutur Welly.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:53 WIB

Pacu Implementasi Industri Keempat, RI Jadi Garda Terdepan Transformasi Industri 4.0 di Asia

Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara Benua Kuning tersebut.

Kepulauan Morotai, Maluku Utara. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

Yuk Nikmati Indahnya Surga Bawah Laut Pulau Morotai

Pulau yang secara administratif berada dalam kawasan Maluku Utara ini tak hanya punya pantai dan pasir yang lembut, tapi juga punya pemandangan bawah laut yang unik.

Yudha Fajrin pendiri sekaligus pemilik PT Kato Kuliner Indonesia (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 18:05 WIB

Sempat Tak Dapat Restu Orang Tua, Yudha Fajrin si Pedagang Satay Kini Sukses di Dunia Bisnis Indonesia

Mulai berbisnis sejak usia 15 tahun, Yudha Fajrin, pria kelahiran Palembang 5 Maret 1988 yang merupakan pemilik dari Satay Kato dan beberapa produk dengan brand Kato mengaku tak pernah kapok…

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi kepada 18 KUKM potensial ekspor dengan total stand seluas 162 m2 untuk berpartisipasi dalam Trade Ekspor Indonesia (TEI) 2018 yang akan berlangsung 24-28 Oktober di ICE BSD Tangerang.

Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:19 WIB

18 KUKM Potensial Ekspor Berkesempatan Ikuti TEI 2018

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi kepada 18 KUKM potensial ekspor dengan total stand seluas 162 m2 untuk berpartisipasi dalam Trade Ekspor Indonesia (TEI) 2018 yang akan berlangsung…

Peluncuran Sandimas Home Center

Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Ekspansi Bisnis, Sandimas Pastikan untuk IPO

Kendati pasar properti belum sepenuhnya bergairah kembali, hal ini tidak menyurutkan Sandimas sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan untuk memperlebar ekspansi bisnisnya.…