Menkominfo Minta Developer Game Patuhi Ketentuan IGRS

Oleh : Ridwan | Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:03 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta developer game lokal memperhatikan batasan usia pengguna konten permainan yang telah diatur dalam Indonesia Game Rating System (IGRS).

"Sesuai aturan, ada batasan usia terhadap pengguna atau penyuka aplikasi game yang berkembang. Usia 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun dan 18 tahun dilarang bisa mengakses game yang mengandung unsur kekerasan, penggunaan rokok, narkotika, seksual, judi, horror, darah dan mutilasi," kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ditambahkan Menkominfo, walaupun kelompok usia 13 tahun dan 18 tahun telah dapat mengakses internet untuk menggunakan aplikasi game, Rudiantara mengimbau agar sebaiknya tetap didampingi serta dalam pengawasan orang tua.

"Klasifikasi usia yang ditetapkan dalam IGRS yaitu usia 3 tahun atau lebih, usia 7 tahun atau lebih, kemudian usia 18 tahun atau lebih dan semua umur," ujarnya.

Ia menilai, pangsa pasar game yang diminati di Tanah Air sebaiknya tetap diimbangi dengan kesadaran developer untuk memenuhi kaidah serta memastikan aplikasi produknya sesuai Indonesia Game Rating System (IGRS).

Situs IGRS merupakan penerapan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Situs ini bertujuan supaya developer game bisa mendaftar dan menguji secara mandiri terhadap produk yang ditawarkan kepada pengguna atau penggemar.

IGRS dilucurkan pada November 2016 oleh Kementerian Kominfo bersama Kementerian Pendidikan Nasional untuk membantu masyarakat, termasuk orang tua, mengenai pemilihan game yang sesuai dengan usia penggunanya agar tetap aman dan sesuai kepribadian bangsa Indonesia.

Sistem pengujian secara mandiri yang dilakukan developer game lokal diawasi oleh komite klasifikasi yang terdiri dari unsur pemerintah, ahli dan komunitas industri game.

Berdasarkan riset terhadap game tahun 2017 yang dilakukan lembaga Newzoo, Indonesia merupakan pasar terbesar game di kancah Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia juga meminta adanya jalinan sinergi dengan developer game lokal guna mewujudkan target tahun 2020 para pengembang mampu menguasai 50 persen saham market share domestik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.