Kadin Pastikan Tahun Politik Ekonomi Indonesia akan Berjalan Normal

Oleh : Ridwan | Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:02 WIB

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (Foto Ist)
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tak khawatir jika tahun politik akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, kontestasi Pemilu atau Pilkda bukan sesuatu yang akan mengancam situasi ekonomi maupun investasi.

"Kalau dibilang waspada, ya enggak lah. Ini sesuatu yang normal," ujar Rosan di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ditambahkan Rosan, pemilu merupakan siklus lima tahunan yang rutin dilakukan. Rosan menilai, pada Pilkada serentak 2017 dan 2018 yang berjalan aman tanpa gejolak ekonomi berarti.

"Selama mindset kita normal, kita tidak perlu ketakutan menghadapi," kata Rosan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ekonomi global saja masih mengalami pertumbuhan positif walaupun naiknya tipis. Karena itu, pengusaha pun optimis ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di atas 5 persen saat pilpres.

"Kita masih dipengaruhi konsumsi dalam negeri. Agar pertumbuhan ekonomi bisa naik signifikan, mulai dari sekarang kita harus genjot investasi," ujarnya.

Menurut Rosan, sudah banyak kebijakan pro investasi yang dikeluarkan pemerintah. Kalau ini berjalan baik, investasi pasti naik.

"Saat ini diperlukan harmonisaai kebijakan ini antara pemerintah pusat dan daerah. Ada kebijakan perizinan online juga jadi angin segar buat kita. Makanya kita optimis tahun depan ekonomi kita tetap stabil," kata dia.

Rosan menyebutkan, Indonesia menempati urutan ke-73 dalam peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB). Di sisi lain, pemerintah ingin peringkat tersebut naik menjadi peringkat ke-40.

"Artinya, kemudahan berusaha sudah dilakukan pemerintah. Cuma, dalam praktiknya mungkin ada yang kurang tersosialisasikan. Sejauh ini pengusaha pada dasarnya menyambut baik kemudahan-kemudahan yang diberikan,’’ ujarnya.

Dia menyatakan, pengusaha sejalan dengan pemerintah yang ingin menjadikan investasi sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi. Sebab, konsumsi rumah tangga masih rentan dengan daya beli dan inflasi. Investasi lebih riil menopang ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dan mencerminkan ketahanan ekonomi yang sebenarnya.

"Kami setuju bahwa investasi harus ditingkatkan. Perizinan pasti butuh proses dan pengusaha mungkin juga masih berhitung mengenai rencana investasinya," pungkas dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Kompleks Olahraga GBK

Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:45 WIB

Berikut Ini Jadwal Pertandingan Asian Games di Jakarta

Perhelatan olahraga terbesar se-Asia atau Asian Games 2018 mulai memasuki hari ketiga. Indonesia sebagai tuan rumah kali ini membagi penyelenggaraan Asian Games 2018 di dua kota yaitu Jakarta…

Foto Ilustrasi E-commerce

Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:15 WIB

RPP Perdagangan e-Commerce Tinggal Tunggu Goresan Tinta Jokowi

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (TPMSE) ataue-commercesaat ini tengah menunggu pengesahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kementerian PUPR terapkan teknologi RISHA

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:50 WIB

Dirjen Cipta Karya: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tuntas Dalam Satu Hingga Dua Tahun

Teknologi Risha menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Ist)

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:30 WIB

Anak Perusahaan RNI Luncurkan Program Kemitraan Tebu Desa Penyangga

Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak dalam sektor agroindustri, PT PG Rajawali II meluncurkan Program Kemitraan Tebu Desa Penyangga dengan Pabrik Gula (PG)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:30 WIB

Menteri Airlangga: APBN 2019 Akan Difokuskan pada Pembangunan SDM

Pemerintah telah menetapkan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).