Lima BUMN Bersinergi untuk Kembangkan Bisnis Industri Sandang Nusantara

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 10 Agustus 2018 - 15:25 WIB

Lima BUMN Bersinergi untuk Kembangkan Bisnis Industri Sandang Nusantara (Foto Aber)
Lima BUMN Bersinergi untuk Kembangkan Bisnis Industri Sandang Nusantara (Foto Aber)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Danareksa (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) pada Kamis (09/08/2018) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam Mengembangkan Pasar Sarung dan Industri Tekstil.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh  Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Heru  D. Adhiningrat, Plt. Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut Fattah Hidayat,  Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo)  Randi Anto dan Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) Robby Eduardo Quento,  yang disaksikan oleh Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementrerian BUMN Aloysius Kiik Ro.

MoU yang ditandatangani ini adalah sinergi pembiayaan, pengadaan bahan baku dan penjaminannya serta penjaminan pembayaran untuk pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Dalam sinergi tersebut, PT Danareksa (Persero) akan mendukung pembiayaan, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terkait dengan pengadaan bahan baku, dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) penjaminan pengadaan bahan baku, dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) berperan sebagai penjaminan atas pembayaran.

“Model kerjasama seperti ini perlu kita replikasi terus menerus ke depan. Dalam empat tahun terakhir, Kementerian BUMN terus mendorong pola seperti ini. Tiap-tiap BUMN mempunyai kelebihan masing-masing. Kalau bisa kerjasama seperti ini, tentu akan mendapatkan  hasil yang  lebih besar lagi,” ujar Aloysius Kiik Ro, Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN.

Aloysius mengemukakan, Danareksa sebagai lembaga keuangan non-bank tentu memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi untuk mendanai apa saja, dan dalam hal ini untuk membiayai PT Industri Sandang Nusantara (persero).

“Jika Industri Sandang harus ke Bank, belum tentu bisa seperti ini. Itu karena ada regulasi-regulasi tertentu yang membatasi. Langkah yang diambil Danareksa dan Industri sandang ini sudah tepat. Bagi industri sandang, kerjasama ini  adalah sebuah langkah kecil untuk tinggal landas,” papar Aloysius.

MoU ini adalah langkah awal bagi PT Danareksa (Persero) bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dalam bekerjasama guna mendukung pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero), khususnya dalam pengembangan pasar sarung dan industri tekstil.

“Penandatanganan MoU ini juga merupakan langkah nyata semua pihak untuk menerapkan sinergi BUMN dalam rangka peningkatan perekonomian nasional,” tukas Aloysius.

Robby E Quento, Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) mengatakan,” Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada masing-masing pihak yang terkait dalam sinergi ini. Sinergi ini diharapkan dapat berjalan sukses. Kami berharap bahwa penandatanganan MoU ini adalah awal yang baik serta komitmen bersama untuk berbakti kepada negara.”

PT Danareksa (Persero) selama ini dikenal masyarakat sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang jasa keuangan. Dalam MoU ini, PT Danareksa (Persero) akan berperan dalam memberikan pembiayaan atas program pengembangan Pasar Sarung dan Industri Tekstil, yang akan dilakukan oleh PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Sebagai BUMN yang telah berpengalaman dalam hal pembiayaan, perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, serta pengelolaan investasi dan reksadana, kontribusi PT Danareksa (Persero) diharapkan akan memberikan hal yang positif dalam MoU ini.

Bagi SIER, selain dalam kerangka pengembangan bisnis, penandatanganan MoU ini adalah langkah strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi nasional, yang dalam hal ini adalah sektor tekstil.

Selama ini, SIER bergerak dalam sektor pengembangan kawasan industri serta logistik, namun dengan MoU ini, akan menjadi bukti kontribusi dalam hal pembiayaan pengadaan bahan baku bagi PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Sebagai tindak lanjut atas MoU ini, ke depan akan dilakukan langkah-langkah strategis, termasuk kesepakatan tentang nilai pembiayaan yang dibutuhkan oleh PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Kami merencanakan, dalam kurun waktu paling lama satu tahun ke depan, pembiayaan ini akan bisa direalisasikan.

Turut bergabungnya PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan memberikan penjaminan pengadaan bahan baku dalam kerjasama ini, diharapkan sinergi 5 BUMN ini akan maksimal. Hal inidikarenakan pengalaman dari PT Kliring Berjangka Indonesia yang sudah malang melintang di bisnis kliring dan penjaminan.

Dari sisi penjaminan atas pembayaran, bergabungnya Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dalam sinergi 5 BUMN ini, juga diharapkan mampu merealisasikan kesepakatan ini dengan baik. Sebagai BUMN penjaminan kredit yang besar di Indonesia, Perum Jamkrindo akan memberikan peran yang sangat strategis dalam kerjasama ini.

Ke depan, dengan sinergi ini maka PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dapat mengoptimalisasikan produktivitas serta meningkatkan omzet penjualanya, baik di pasar lokal maupun ekspor.

Di satu sisi, ekspor tekstil Indonesia telah mencapai US$12,4 miliar pada 2017. Itu melampaui target Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang ditetapkan sebesar US$11,8 miliar.

Pemerintah menargetkan nilai ekspor tekstil Indonesia pada 2019 dapat mencapai US$15 miliar. Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat memicu peran strategis BUMN, khususnya PT Industri Sandang Nusantara (Persero) untuk mencapai target ekspor tersebut. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Agustus 2018 - 06:31 WIB

Dampak Gempa 7 SR, Kegiatan Pendidikan di NTB Diliburkan

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Zainul Majdi menginstruksikan aktivitas pendidikan pada berbagai tingkatan agar diliburkan sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian pascagempa 7 SR pada…

BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Agustus 2018 - 06:25 WIB

Hingga Senin Pagi, Gempa Masih Terjadi di Lombok NTB

Gempa bumi susulan dua kali masih terjadi masing-masing di Lombok Timur dan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin pagi (20/8/2018) setelah sebelumnya diguncang dengan kekuatan 7 Skala Richter…

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (Foto Rizki Meirino)

Senin, 20 Agustus 2018 - 04:07 WIB

Semarakkan HUT RI, Mandiri dan PPA Gelar Aksi Sosial di Papua Barat

Bank Mandiri bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menggelar serangkaian aksi sosial di Merauke dan Sorong, Papua Barat untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-73. Rangkaian itu meliputi…

Mensos Idrus Marman dan Dirjen irjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat (Foto Industry.co.id)

Senin, 20 Agustus 2018 - 04:00 WIB

Pemerintah Sertifikasi Data Korban Gempa di Lombok NTB

Kementerian Sosial sedang melakukan verifikasi terhadap data korban yang meninggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) gempa bumi 7 Skala Richter (SR), Minggu (19/8/2018) malam.

Ilustrasi Gempa

Senin, 20 Agustus 2018 - 03:55 WIB

Gempa 5 SR Guncang Seram Maluku Bagian Timur

Gempa Bumi dengan kekuatan 5 Skala Ricther (SR) mengguncang Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada Minggu (19/8/2018) malam.