MUI Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok NTB

Oleh : Herry Barus | Jumat, 10 Agustus 2018 - 14:19 WIB

Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin (Foto Ist)
Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggalang dana dari berbagai instansi dan masyarakat untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat(NTB), terutama untuk proses pemulihan pasca-bencana.

"Kami mengundang untuk mengajak berpartisipasi dalam apa yang mau dilakukan MUI dalam rangka ikut menanggulangi masalah yang diderita saudara kita di NTB," kata Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin dalam acara penggalangan dana potensi umat untuk NTB di Kantor MUI, Jakarta, Kamis. (9/8/2018)

Dia menuturkan melalui kegiatan itu,  MUI akan menghimpun dana bantuan dari perusahaan, perbankan, lembaga atau instansi lain sekaligus masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban gempa.

"MUI merasa punya tanggung jawab sebagai tanggung jawab keagamaan maupun kebangsaan, di sana banyak umat Islam dan di sana adalah warga Indonesia," ujarnya.

Penggalangan dana tersebut menjadi wadah bagi pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk membantu para korban sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara lembaga dan instansi dengan MUI dalam menanggulangi musibah di NTB.

Ma'ruf menyatakan, bantuan tersebut akan diberikan sesuai dengan kebutuhan para korban seperti tenda atau hunian sementara, obat-obatan, makanan siap saji, makanan balita dan anak-anak, selimut, keburuhan lanjut usia dan wanita serta pendampingan psikososial.

"Mana prioritas yang mereka butuhkan akan kita dahulukan," ujarnya. Dia mengemukakan, selain kebutuhan jasmani yang mendesak saat ini,  kebutuhan pemulihan juga menjadi salah satu perhatian MUI karena penangangan pascabencana merupakan kebutuhan prioritas misalnya untuk perbaikan rumah, masjid, pesantren, kebutuhan pendidikan dan kesehatan, dan pemulihan psikologis korban.

Komitmen untuk berkontribusi dalam penggalangan dana itu disampaikan sejumlah instansi antara lain BNI syariah,  Pegadaian Syariah,  Bhinneka Life Syariah, BTPN syariah, Bank Mega Syariah, Sinarmas, Hotel Sofyan, Solaria, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, PT Bumi Putera dan CIMB Niaga.

MUI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menyalurkan donasi ke nomor rekening Mandiri Syariah (7776777565), BNI Syariah (900555007), Bank Muamalat (3010174218) dan dapat memberikan konfirmasi pesan singkat ke nomor kontak Dedeh di 087884334746.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.