Tingkatkan Mutu Pendidikan, President University Jalin Kerjasama Dengan 18 Universitas Asal Taiwan

Oleh : Hariyanto | Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:53 WIB

President University bekerja sama dengan 18 Universitas asal Taiwan
President University bekerja sama dengan 18 Universitas asal Taiwan

INDUSTRY.co.id - Cikarang - President University melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dengan 18 Universitas asal Taiwan guna meningkatkan mutu pendidikan pada masing masing universitas.

Rektor President University, Dr. Jony Octavian Haryanto, menyampaikan, President University menyambut baik kerjasama tersebut. President University sendiri memiliki fakultas yang semuanya menjadi andalan yang diharapkan akan semakin meningkat melalui kerjasama ini.

“Kami memiliki Fakultas seperti Acounting, Business Administration dan sebagainya. Selain itu, kami juga memiliki Facultas Engineering, Mechanical engineering, industrical engineering, di mana kami telah memiliki relasi tingkat internasional. Harapan kami dengan penandatangan MoU ini akan meningkat menjadi Memorandum of Agreement, ke depannya,” ujar Jony dalam sambutanya di hadapan perwakilan Universitas Taiwan di Jababeka Golf, Cikarang, Kamis (9/8/18).

Dalam kesempatan yang sama Chairman Taiwan Education Center Indonesia Rini Lestari mengatakan, Kerjasama MoU ini merupakan permulaan karena banyak kelebihan-kelebihan universitas di Taiwan yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia.

“Kerjasama ini dilakukan secara massal, yang dilakukan secara general. Jadi nanti untuk detailnya sesama universitas akan mengadakan kerjasama lagi dengan lebih detail. Taiwan Education Center hanya menjembatani mereka untuk kerjasama. Nantinya akan dipastikan ada kerjasama pertukaran mahasiswa, karena sebelumnya ada pertukaran pelajar, dosen, dan riset bersama yang telah berjalan baik,” katanya.

Rini, menambahkan Taiwan dikenal dengan keunggulan di bidang Information and Technology (IT), dan agriculture. Banyak dosen-dosen, khususnya dari Indonesia yang datang ke Taiwan untuk belajar. Untuk Indonesia, Taiwan akan membuka pasar-pasar baru ke depannya.

“Target kami untuk kerjasama pendidikan selalu ada. Namun, tentunya dengan target market baru. Tahun ini sebetulnya ini termasuk episode kedua. Di mana pada awal tahun, kami melakukan road show ke Bandung, Jogja dan Semarang. Jababeka, menjadi pasar baru bagi kita, baik dari bisnis maupun pendidikan,” katanya.

Sementara, CEO Taiwan Education Center Indonesia Willy Yanto Wijaya menyatakan, President University memiliki reputasi yang sangat baik di berbagai tempat , baik di wilayah Jawa Barat, Jakarta maupun di Indonesia. Selain itu, President University juga memiliki mahasiswa internasional yang sangat banyak, namun belum banyak yang berasal dari Taiwan.

“Dengan kerjasama ini kami berharap kedua belah pihak bisa saling mengisi, seperti diketahui juga reputasi pendidikan Taiwan cukup baik. Bisa berkolaborasi dengan pendidikan yang ada di PU, baik dari S1, S2, maupun S3,” imbuhnya.

Willy, menambahkan Taiwan boleh dikatakan sudah cukup matang dalam dunia pendidikan. Di mana mereka memiliki kiblat pendidikan ke Amerika, Eropa dan sebagainya. Dalam bidang Teknologi Taiwan pun cukup maju, di mana Indonesia bisa belajar banyak. Begitu juga dengan Taiwan, mereka bisa mengetahui kebudayaan lokal Indonesia.

“Saya rasa ini kolaborasi yangs angat penting disinergikan. Setelah yang pertama kita penjajakan awal, saya rasa ke depan akan semakin meningkat kerjasama ini. Taiwan memiliki lebih dari 100 perguruan tinggi yang sangat baik. Oleh karena itu kita akan tetap mengajak kerja sama dengan PU dan jababeka. Ini bukan yang pertama dan terakhir, ke depan kita akan kolaborasi terus, karena ini hasilnya akan plus-plus. Jadi 1+1 hasilnya bukan 2, tetapi 11,” tandas Willy.

Sebagai informasi ke 18 Universitas yang melakukan penandatanganan dengan President University kali ini antara lain, Tunghai University, I-Shou University, Fu Jen Catholic University, Dayeh University, Soochow University, Overseas Chinese University, National Kaohsiung Normal University, Taiwan Shoufu University, Chaoyang University of Technology, National Yunlin University of Science and Technology, WuFeng University, National Kaohsiung University of Hospitality and Tourism, Minghsin University of Science and Technology, Shu-Te University, Yu Da University of Science and Technology, National Dong Hang University, Shih Chien University dan National Taiwan Ocean University.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:42 WIB

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Medan Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus menyuarakan dukungan terhadap proyek energi bersih terbarukan itu. Mereka menuding, penolakan…

Pejualan Indihome di masyarakat.

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:33 WIB

Telkom Umumkan Pemenang Grand Prize IndiHome Family Vaganza

Jakarta Bertempat di Trans TV Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan pengundian Grand Prize Program IndiHome, dalam sebuah acara bertajuk Grand Prize - IndiHome Family…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:00 WIB

Dukungan Pemda Penting Bagi Industri Sawit

Keberadaan perkebunan dan industri sawit sebagai investasi padat karya telah menjadi solusi Pemerintah untuk mendorong peningkatan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja daerah.

KAI bekerjasama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi, 18-22 Februari 2019.

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:51 WIB

KAI Jadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memajukan dan mencerdaskan bangsa.

Foto Ilustrasi Kawasan Kumuh

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:33 WIB

Tahun Ini, Pemerintah Bakal Tata Kawasan Kumuh Capai 24 Ribu Hektar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melakukan melaksanakan penataan terhadap 888 hektare (ha) kawasan kumuh pada 2019.