RI-Malaysia Jalin Kesepakatan di Sektor Otomotif

Oleh : Ridwan | Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:35 WIB

Penandatanganan MoA antara Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan Malaysia Automotive Institute (MAI) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Penandatanganan MoA antara Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan Malaysia Automotive Institute (MAI) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia dan Malaysia semakin aktif membina hubungan kolaborasi bisnis khususnya di sektor otomotif dengan ditandatanganinya sebuah kesepakatan atau Memorandum of Agreement (MoA) antar kedua negara. 

Kesepakatan MoA yang ditandatangani oleh Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas dan Chief Executive Officer Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato’ Madani Sahari. 

Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan dan Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking.

Adapun pengembangan dalam kesepakatan tersebut mencakup Sumber Daya Manusia (SDM) otomotif, pengembangan IKM dan teknologi otomotif.

Dalam sambutannya, Putu mengatakan, Indonesia dan Malaysia adalah bangsa serumpun yang mempunyai industri otomotif cukup banyak. Selain itu, Indonesia dan Malaysia bersama-sama menjadi pelopor dari persekutuan 10 negara asean. 

"Kita menyadari Asean merupakan satu kesepakatan ekonomi yang besar di Asia, dengan populasi 650 juta jiwa merupakan potensi pasar otomotif yang sangat besar," kata Putu di Hotel Ritz Charlton Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Putu mengapresiasi MAI dan IOI yang telah bekerjasama untuk mengembangkan industri otomotif di kawasan ASEAN. 

Lebih lanjut, Putu menjelaskan, saat ini pemerintah Indonesia telah menyediakan beberapa insentif yang cukup penting antara lain tax holiday serta tax deductible.

"Untuk insentif tax deductible skemanya adalah pengurangan pajak bagi industri yang melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi sebesar 200 persen. Sedangkan, bagi industri yang melakukan kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300 persen," papar Putu. 

Menurutnya, penerapan super deductible tax sejalan dengan inisiatif di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Artinya, pemberian fasilitas ini selain melengkapi insentif fiskal tax allowance dan tax holiday, akan mengakselerasi industri manufaktur nasional agar siap menuju revolusi industri 4.0.

Putu berharap melalui penandatanganan tersebut akan lahir pusat riset dan pengembangan (R&D) yang dibangun bersama demi kepentingan industri otomotif di ASEAN.

“Nantinya dari sanalah akan muncul produk-produk bersama dan jangan dibayangkan bahwa mobil itu hanya untuk penumpang, ada banyak jenis mobil yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Darell merasa kagum dan bangga bisa diberikan peluang kolaborasi bisnis bersama Indonesia untuk mengembangkan sektor otomotif di kawasa  ASEAN. 

"Ini adalah suatu keadaan atau testimoni antara hubungan bisnis dan bilateral Indonesia dan Malaysia," ungkap Darell. 

Menurutnya, Malaysia dan Indonesia tidak boleh terpecah dan harus terus bekerjasama dalam beberapa hal. "Saya apresiasi kerja sama MAI dan IOI untuk membuat yang terbaik bagi kedua negara khususnya mencakup Sumber Daya Manusia (SDM) otomotif, pengembangan IKM dan teknologi otomotif," imbuhnya. 

Ditambahkan Darell, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Perdana Menteri Malaysia ke Indonesia beberapa waktu lalu. 

"Kita berharap kerja sama ini akan membawa suatu cadangan yang bisa diterima di kawasan ASEAN," pungkasnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.

Mario Nicolas, VP Product and Business OY! Indonesia.(FotoDok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Melalui Aplikasi OY!, Kirim Uang Bisa Dilakukan dengan Mudah

OY! hadir sebagai sebuah wadah yang mempermudah kehidupan serta komunikasi sehari- hari masyarakat Indonesia. Melalui fitur Transfer Antar bank Tanpa Ongkos langsung dari dalam chat room OY!,…