Rombak Tata Kelola Migas Agar Lebih Simpel

Oleh : Hariyanto | Jumat, 10 Agustus 2018 - 14:00 WIB

Blok Migas (Foto Eksplorasi.ID)
Blok Migas (Foto Eksplorasi.ID)

INDUSTRY.co.id - Malang- Pengamat Minyak dan gas (Migas) M Kholid Syairozi mengemukakan pemerintah harus merombak tatakelola migas dengan lebih simpel untuk meningkatkan produksi hulu migas.

"Saat ini masih banyak variabel negatif yang menyebabkan investasi sektor hulu migas menjadi terhambat, apalahi revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sampai saat ini juga masih belum kelar di meja DPR RI," kata Kholid dalam Lokakarya Media Periode II SKK Migas Wilayah Kerja Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa-KKKS Cluster Timur di Batu, Jawa Timur, Kamis (9/8/2018)

Padahal, revisi tersebut sudah sampai di meja DPR RI sejak tahun 2008. Melihat kondisi tersebut, Kholid yang juga Sekjen PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu menyarankan seperti dolansir Anytara, agar pemerintah berkirim surat ke Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil alih agar cepat selesai.

Ia mengatakan usulan revisi Undang Undang Migas tersebut sejak 2008, sehingga sudah 10 tahun didiamkan oleh DPR. Padahal, ini menyangkut sektor industri untuk hajat hidup orang banyak yang dikelola dengan UU yang cacat hukum.

"Oleh karena itu, saya sarankan agar pemerintah berkirim surat ke MA. Ini situasinya darurat. Industri migas kita semakin terpuruk, produksi tidak meningkat," ujarnya.

Ia menilai pengambilalihan ini tepat agar pemerintah bisa segera merombak tata kelola industri migas, terutama di sektor hulu migas.  UU yang digunakan sekarang ini sifatnya sangat birokratif, banyak prosedur perizinan yang harus dilalui investor, sehingga menjadi disinsentif.

Menurut dia, nasionalisme yang dibangun di industri migas harusnya tidak anti-asing, tetapi bagaimana investor diberikan kesempatan, fasilitas perizinan dan iklim industri yang baik agar mereka bisa membantu bangsa ini dalam meningkatkan produksi migas,"ucapnya.

Sementara itu, konsumsi migas di Tanah Air terus meningkat, sedangkan produksi mengalami penurunan.

"Produksi minyak kita saat ini tidak sampai 800 ribu barel oil per day (BOPD), sedangkan konsumsi mencapai 1,7 juta BOPD. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indonesia harus impor minyak sekitar 1 juta BOPD," kata Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas, Yanin Kholison.

Ia mengaakan bagaimana Indonesia mampu meningkatkan kapasitas produksi minyaknya, sementara sekitar 90 persen sumur minyak yang dikelola adalah sumur tua dengan kapasitas kandungan minyak hanya sekitar 5-10 persen, sedangkan yang 90 persen adalah air," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, jumlah Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di Indonesia terus turun. Jika dahulu jumlah WK Migas di seluruh Indonesia mencapai sekitar 335 WKP, sekarang tinggal 264 WKP. Dengan perincian 87 WKP eksploitasi dan 177 WKP eksplorasi. Sedangkan di Jabanusa ada sekitar 15 WKP eksploitasi dan 18 WLP eksplorasi.

Pada kesempatan itu Kholid membandingkan dengan Amerika Serikat. "Indonesia harus menyontoh AS), sebab AS yang dulunya adalah negara pengimpor minyak,  kini sudah mulai bisa menjadi pengekspor (produsen)," katanya.

Ia mengatakan AS bisa menghasilkan migas dari sekitar 7 juta barel per hari, bahkan sekarang bisa menjadi 10 juta barel per hari. "Dulu AS memberikan insentif  pada United State Geological Survey (USGS), setelah itu melakukan riset-riset besar serta melibatkan swasta dan teknologi," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kawasan Industri (Ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 19:00 WIB

50 Investor Sinagpura Segera Investasi di Tanjung Pinang

uta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya menawarkan investor Singapura untuk berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas yang dikelola Badan Pengelola (BP) Tanjung Pinang.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 18 Desember 2018 - 18:35 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.511

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat 70 poin ke posisi Rp14.511 dibandingkan sebelumnya Rp14.581 per dolar AS.

Bank Mantap (ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:58 WIB

Bank Mantap Incar Pertumbuhan Kredit 40 Persen

PT Bank Mantap mengincar pertumbuhan kredit sampai 40 persen sepanjang 2019, menyusul peningkatan kemampuan intermediasi perusahaan setelah dua pengendali yakni PT Bank Mandiri Persero Tbk dan…

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:52 WIB

Pembangunan PLTA Batang Toru Sudah Melalui Kajian Komprehensif

Medan - Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan sudah melalui serangkaian kajian akademik dan persiapan konstruksi yang matang dan komprehensif sehingga bisa beroperasi…

J&T Express terus berinovasi dalam produk layanannya. Hal itu dituangkan dalam peluncuran slogan baru perusahaan tersebut yaitu, Express Your Online Business.

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:47 WIB

J&T Express Catat Rekor 4,5 Juta Kiriman di Harbolnas

J&T Express, jasa pengiriman yang berfokus pada bisnis ecommerce di indonesia sukses memeriahkan Harbolnas 2018 lalu dengan mencatat rekor pengiriman baru dengan total 4,5juta paket, dengan…