Menhub Resmikan Gedung Kelaikudaraan dan Pengoperasian Udara

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 07 Februari 2017 - 11:06 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (6/2/2017), meresmikan gedung operasional Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, di komplek perkantoran Bandara Soekarno-Hatta
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (6/2/2017), meresmikan gedung operasional Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, di komplek perkantoran Bandara Soekarno-Hatta

INDUSTRY co.id, Tangerang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pembangunan gedung operasional Direktorat Kelayakudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) di wilayah perkantoran Bandara International Soekarno Hatta Cengkareng. Peresmian gedung tersebut adalah garda terdepan dalam mewujudkan keselamatan penerbangan.

“Para operator bandara dan airline kita bekerjasama, saya berjanji tidak ada ancam-mengancam,  tetapi berikanlah kontribusi maksimal untuk keselamatan, saya yakin kerjasama yang rendah hati itu lebih membuahkan hasil daripada saling mengancam, tidak jamannya lagi ancam mengancam tapi kesadaran sendiri kita berikan layanan kepada masyarakat,”kata Budi Karya, dalam siaran persnya kepada INDUSTRY.co.id, Selasa (7/2/2017)

Menhub meminta agar sekat-sekat birokrasi untuk ditinggalkan dan bersama-sama memberikan kontribusi untuk kebaikan dunia penerbangan ke depannya, “sekat-sekat birokrasi tolong ditinggalkan dan marilah kita bersama-sama, saya minta kepada swasta-swasta maupun BUMN memberikan kontribusi untuk kebaikan-kebaikan ini,” pinta Menhub.

Usai menggunting pita sebagai tanda diresmikannya gedung operasional ini, Menhub Budi sempat mengajak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang turut hadir saat itu untuk mengecek ruangan pengurusan administrasi.

"Coba Bu Susi bawa dokumen dan saya yang langsung urus," kata Menhub. Menteri Susi menanggapi serius permintaan Menhub dengan keluhan terkait lamanya proses pengurusan izin. 

Ungkapan ini lansung ditindaklanjuti Menhub dengan meminta kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk mewujudkan permintaan publik ini. 

"Tuh Pak Dirjen, suara Bu Susi itu suara konsumen, jadi harus diberikan pelayanan yang baik," jelasnya.

Sementara itu, dalam laporannya Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo mengatakan Gedung Operasional DKUPPU dibangun di atas lahan 4000 m² dengan luas bangunan 9500 m². Selain untuk meningkatkan kinerja pegawai DKUPPU, Suprasetyo mengatakan pembangunan ini dilakukan untuk pemenuhan rekomendasi atas temuan tim audit ICAO dan FAA terhadap sarana dan prasarana DKUPPU yang ada sebelumnya.

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 00:55 WIB

OJK Monitor Penyelesaian Kewajiban Jiwasraya

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan…

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.