Menperin Apresiasi Mamin Penggerak Utama Industri

Oleh : Ridwan | Selasa, 07 Februari 2017 - 08:51 WIB

Ilustrasi pabrik minuman. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi pabrik minuman. (Dimas Ardian/Bloomberg)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan industri yang sangat strategis dan saat ini mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan.

Industri mamin di Indonesia tumbuh dengan pesat, hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan industri mamin pada triwulan III tahun 2016 sebesar 9,82%, diatas pertumbuhan industri sebesar 4,71% pada periode yang sama.

"Saya mengapresiasi pelaku usaha industri mamin yang telah berupaya keras dan bekerjasama dengan Pemerintah menjaga pertumbuhan industri yang dicapai saat ini, sehingga sektor industri mamin menjadi penggerak utama industri Nasional" terang Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat Breakfast Meeting di Kantor Kemenperin Jakarta (7/2/2017).

Industri mamin mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas, dimana peranan industri mamin merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yaitu sebesar 33,6% pada triwulan III tahun 2016.

Sumbangan ekspor industri mamin pada tahun 2016 mencapai US$ 19 miliar, mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman sebesar US$ 9,64 miliar pada periode yang sama.

Stabilitas pertumbuhan industri dalam negeri merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Untuk memperkuat pertumbuhan dan penguatan struktur industri makanan dan minuman, Kemenperin mendorong agar industri ini ikut berperan dalam mendukung program pemerintah malalui program penguatan vokasi industri.

"Dalam rangka pendalaman struktur industri kami mendorong agar industri-industri besar di sektor makanan memperkuat supply chainnya melalui partnesrship dengan IKM. Dengan partnership ini maka makin kuatnya struktur juga akan mendorong penyerapan tenaga kerja yang makin besar" tambah Menperin.

Industri makanan dan minuman memiliki potensi untuk naik ke industri 4.0, dengan naiknya level tersebut industri dalam negeri dapat mengembangkan inovasi dan teknologi baru melalui kemitraan dengan industri mamin di negara-negara industri maju.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:00 WIB

OJK Perkirakan Potensi Kredit Macet Sulteng Rp4 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan memperkirakan potensi kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami mencapai Rp4,063 triliun dari total Rp27 triliun kredit…

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:00 WIB

OJK dan Industri Bantu Korban Bencana di Palu

INDUSTRY.co.id

Palu - OJK bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Setkab)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:40 WIB

Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday Sejak Revisi PMK

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima insentif pengurangan pajak penghasilan sejak revisi PMK mengenai "tax holiday".

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:32 WIB

AS , Tiongkok dan Arab Saudi Pengaruhi Bursa Global

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kembalinya aksi jual membuat sejumlah bursa saham Asia melemah. Pelaku pasar merespon negatif turunnya bursa saham AS setelah dirilisnya…

Direksi BNI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:20 WIB

BNI Perkirakan Kredit Tumbuh 13-15 Persen 2019

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit masih bertahan 13-15 persen (tahun ke tahun/yoy) pada 2019, meskipun pengetatan likuiditas di pasar global diperkirakan…