Harga Batu Bara Acuan Agustus 107,83 Dolar/Ton

Oleh : Hariyanto | Minggu, 05 Agustus 2018 - 17:00 WIB

Kapal pengangkut batu bara (ist)
Kapal pengangkut batu bara (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Harga Batu Bara Acuan (HBA) Agustus 2018 mencapai 107,83 dolar AS per ton, demikian berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sabtu (4/8/2018)

"HBA Agustus naik sebesar 3,18 dolar dari 104,65 dolar per ton pada Juli 2018," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Sabtu (4/8/018)

Agung menyampaikan, HBA bulan Agustus 2018 lebih tinggi daripada bulan sebelumnya, antara lain karena dipengaruhi pasar energi global yang relatif membaik.

Selain itu, harga batu bara di Tiongkok juga mengalami kenaikan. "Alasan lainnya adalah karena harga minyak naik, juga pengaruh dari kenaikan permintaan batubara di China dan Eropa Utara," kata Agung.

Agung menambahkan, meningkatnya volume permintaan batu bara juga disebabkan terjadi ketidakmampuan pasar Australia untuk meningkatkan akselerasi produksi. Sementara, ekspor batu bara dari 3 eksportir utama ke Asia cenderung tetap pada periode Januari-Juni 2018.

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen dan Ash 15 persen.

Kepmen yang mengatur HBA dan HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batubara dan Mineral di bulan Agustus 2018.

Berdasarkan Kepmen tersebut, HMA komoditas nikel, kobalt dan timbal mengalami penurunan. Harga nikel ditetapkan 14.246,82 dolar/dry metric ton (dmt), turun dari 15.067,86 dolar/dmt dari HMA Juli 2018, kobalt ditetapkan 74.277,27 dolar/dmt (turun dari 86.321,43 dolar/dmt), dan timbal mengalami penurunan dari 2.452,33 dolar/dmt menjadi 2.312,52 dolar/dmt.

Komoditas seng, aluminium dan tembaga pun juga mengalami tren penurunan. Harga seng turun dari 3.128,57 dolar/dmt pada Juli 2018 menjadi 2.782,55 dolar/dmt, HMA aluminium turun dari 2.275,45 dolar/dmt menjadi 2.136,61dolar/dmt, sementara untuk tembaga, HMA Agustus 2018 ditetapkan 6.446,39 dolar/dmt, turun dari 6.996,69 dolar/dmt.

Di samping komoditas mineral di atas, sepertidiansir Antara, komoditas mineral lain mengalami fluktuasi harga sebagai berikut.

1.Emas sebagai mineral ikutan: 1.295,46 dolar AS/ounce, naik dari 1.295,15 dolar /dmt dari HMA Juli 2018

2.Perak sebagai mineral ikutan: 15,99 dolar/ounce, turun dari 16,62 dolar/ounce dari HMA Juli 2018

3.Ingot timah Pb 300: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

4.Ingot timah Pb 200: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

5.Ingot timah Pb 100: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

6.Ingot timah Pb 050: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

7.Ingot timah 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

8.Logam emas: sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

9.Logam perak: sesuai harga logam perak yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

10.Mangan: 5,78 dolar/dmt, turun dari 5,82 dolar/dmt dari HMA Juli 2018

11.Bijih besi laterit/hematit/magnetit: 0,75 dolar/dmt, turun dari 0,76 dolar/dmt dari HMA Juli 2018

12.Bijih krom: 3,87 dolar/dmt, naik dari 3,85 dolar/dmt dari HMA Juli 2018

13.Konsentrat ilmenit: 3,55 dolar /dmt, turun dari 3,76 dolar/dmt dari HMA Juli 2018

14.Konsentrat titanium: 9,85 dolar/dmt, turun dari 10,30 dolar/dmt dari HBA Juli 2018 VHMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain, oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.