YLKI: Penetapan Harga Gula Untungkan Konsumen

Oleh : Irvan AF | Senin, 06 Februari 2017 - 09:45 WIB

Ilustrasi Gula (Antaranews.com)
Ilustrasi Gula (Antaranews.com)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penetapan harga eceran tertinggi gula bisa memberikan kepastian kepada konsumen yang selama ini sering mengeluhkan kenaikan harga komoditas tersebut.

"Dari sisi konsumen, penetapan harga eceran tertinggi sangat menguntungkan karena ada kepastian harga tertinggi. Tidak seperti harga cabai yang sewaktu-waktu bisa sangat tinggi harganya," ujar Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi di Jakarta, Minggu (5/2/2017).

Sularsi menyakini penetapan harga gula eceran tertinggi Rp12.500 per kilogram bisa mengantisipasi kenaikan harga gula melebihi kewajaran sehingga mampu memberikan perlindungan terhadap konsumen Namun, menurut dia, penetapan harga gula itu harus diikuti dengan perbaikan mekanisme pengawasan pengadaan komoditas pangan, yang belum sepenuhnya optimal, oleh pemerintah.

"Caranya, dengan wajib melakukan operasi pasar apabila muncul harga melebihi harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan," kata Sularsi.

Selain itu, Sularsi juga meminta penetapan harga gula itu bisa menguntungkan petani lokal melalui pengawasan peredaran produk lokal dan memperbaiki tata niaga impor.

"Jangan sampai justru petani yang terancam dengan penetapan harga eceran tertinggi ini. Itu harus selesai. Petani juga harus diuntungkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) Abdullah Mansuri menyambut positif penerapan harga eceran gula tersebut karena bisa membuat para spekulan berhati-hati.

"Gula ini pemainnya banyak sekali, dan tahapannya cukup 'ribet', menurut saya. Jadi dengan adanya harga eceran ini lebih bagus. Ini demi kebaikan bersama. Agar harga gula juga bisa dikendalikan," kata Abdullah.

Meski demikian, Abdullah mengingatkan kondisi yang terjadi di lapangan masih belum sepenuhnya sesuai harapan, karena masih ditemukan gula yang dijual seharga Rp14.500 per kilogram.

Untuk itu, ia meminta pemerintah terus mengawasi dan campur tangan dalam proses produksi dan distribusi gula.

"Tidak fair kalau pedagang ditekan, tetapi pemerintah tidak bisa menjamin bahwa harga gula yang sampai di pedagang Rp11.000 atau Rp11.500, sehingga pedagang bisa menjual Rp12.500. Ini harus dijamin oleh pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Heri mengungkapkan kebijakan harga eceran tertinggi untuk gula, membuat harga komoditas ini relatif stabil dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman, tambah Heri, stabilitas harga komoditas itu bisa mempengaruhi kualitas daya beli masyarakat.

"Kalau harga tidak stabil, terus ada kenaikan yang cukup tinggi, daya beli masyarakat akan berpengaruh. Meski gula termasuk kebutuhan pokok, yang pasti ada pembelinya, tapi kami bisa rasakan perubahan daya beli masyarakat, ada pengurangan," jelasnya.

Heri mengatakan penurunan kualitas daya beli masyarakat tersebut sempat terlihat menjelang perayaan tahun baru, akibat harga gula yang sempat mencapai Rp16.000 per kilogram.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

Selasa, 23 Januari 2018 - 18:30 WIB

Kemenperin: Aturan Pengecualian Impor Mainan Cegah Masuknya Barang Impor Tak Bermutu

Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Badan Standardisasi Nasional telah menyepakati tentang ketentuan pengecualian yang diberikan…

Helios Informatika Nusantara, penyediasolusi infrastruktur TI dan anak usaha CTI Group,hari ini meluncurkan layanan berbasis komputasi awan bernama Helios Cloud hasil kerjasama dengan Microsoft.

Selasa, 23 Januari 2018 - 18:16 WIB

Helios - Microsoft Bidik UKM dan Startup Berbasis Cloud

Helios Informatika Nusantara, penyediasolusiinfrastruktur TI dananakusahaCTI Group,hari ini meluncurkan layanan berbasis komputasi awan bernama Helios Cloud hasil kerjasama dengan Microsoft.…

Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Domestik Berkunjung ke Tampak Siring Ubud, Bali (Foto: Riziki Meirino/Industry.co.id)

Selasa, 23 Januari 2018 - 18:15 WIB

Peryaan Imlek 2018, Bali Tetap Jadi Destinasi Wistawan Asal China

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 15 hingga 22 Februari 2018, tentunya masyarakat Tionghoa mulai berlibur dan Pulau Bali yang maenjadi salah satu tujuan wisata asal China.

Ilustrasi PLTU. (Foto: IST)

Selasa, 23 Januari 2018 - 18:00 WIB

Barata Indonesia Segera Bangun PLTM di Tapanuli Sumut

Perseroan terbatas Barata Indonesia akan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Batang Toru 3 (2x5) MW di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sebagai solusi pengembangan…

Gubernur BI Agus Martowardojo

Selasa, 23 Januari 2018 - 18:00 WIB

BI Jamin Inflasi dan Indikator Stabilitas Ekonomi Terjaga Selama Tahun Politik

Bank Indonesia berjanji inflasi dan indikator stabilitas makro ekonomi lainnya akan terjaga sesuai nilai fundamental, meskipun kegiatan ekonomi tahun ini akan dipengaruhi masifnya agenda politik…