Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Ilustrasi Exit Tol
Ilustrasi Exit Tol

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan perusahaan konsorsium Jasa Marga dan Astra Infra.

"Kami menerima fasilitas kredit sebesar Rp3,3 triliun dari total investasi Rp4,7 triliun," kata Presdir MTN Truly Nawangsasi dalam acara Penandatangangan Fasilitas Kredit Sindikasi Proyek Ruas Jalan Tol Kunciran-Serpong di Jakarta, Jumat (20/7/2018)

Truly memaparkan bahwa ruas jalan tol itu bagian dari skema Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang total panjangnya 110 kilometer.

Menurut dia, dengan adanya ruas jalan tol tersebut maka ke depannya diharapkan distribusi arus lalu lintas lebih merata sehingga biaya transportasi juga lebih kompetitif sehingga produk yang dibuat di dalam negeri juga dapat berdaya saing tinggi.

Ia juga mengutarakan harapannya agar pembangunan ruas tol Kunciran-Serpong, dengan bantuan dana pinjaman dari sindikasi empat perbankan yaitu BNI, Bank Mandiri, BCA dan Bank Riau Kepri, dapat selesai sesuai dengan harapan.

Sementara itu, Senior Executive Vice President Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi menyatakan bahwa kerja sama sindikasi dari beberapa perbankan itu merupakan sinergi yang cukup baik.

"Atas nama pihak kreditur (pemberi pinjaman) kami akan memberikan dukungan dari sisi pembiayaan keuangan," kata Dikdik Yustandi.

Sedangkan Direktur Keuangan PT Jasa Marga Donny Arsal menyatakan bahwa kerja sama ini didahului oleh kumpul bersama dengan pihak perbankan pada tahun 2017 lalu untuk menyamakan persepsi.

Di tempat terpisah, PT Angkasa Pura II (Persero) meminta akses khusus ruas jalan tol Kunciran-Cengkareng agar bisa dipotong untuk mempermudah arus kargo dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Kita berharap ada akses yang diberikan khusus. Sekarang kan ada jalan tol yang sedang dibangun, kita minta disodet sedikit untuk bisa masuk langsung ke akses itu," kata Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi ditemui seusai rapat di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Jumat (20/7).

Agus kepada Antara menjelaskan pihaknya akan difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan untuk mendiskusikan permintaan tersebut dengan anak usaha Jasa Marga, JKC (Jasa Marga Kunciran Cengkareng).

Ia menyebut sebesar 89 persen lahan telah dikuasai sehingga diyakini tidak akan ada masalah pembebasan lahan. "Tinggal tambah 11 persen untuk menyambungkan ke jalan tol. Itu paling ideal, sehingga akses kendaraan tidak lagi masuk ke bandara tapi langsung lewat jalan itu," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.

Mario Nicolas, VP Product and Business OY! Indonesia.(FotoDok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Melalui Aplikasi OY!, Kirim Uang Bisa Dilakukan dengan Mudah

OY! hadir sebagai sebuah wadah yang mempermudah kehidupan serta komunikasi sehari- hari masyarakat Indonesia. Melalui fitur Transfer Antar bank Tanpa Ongkos langsung dari dalam chat room OY!,…