PGN Mulai Alirkan Gas Industri Tali Sepatu di Pasuruan

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 21 Juli 2018 - 15:02 WIB

Pgn (Istimewa)
Pgn (Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Surabaya- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mulai mengalirkan gas ke industri tali sepatu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya ke PT Rajawali Cakra Sakti dengan total volume kontrak 10.000-15.000 meter kubik per bulan.

Sales Area Head PGN Pasuruan, Agus Mustofa Hadi di Surabaya, Kamis (19/7/2018) , mengatakan aliran gas ke Pasuruan adalah upaya PGN untuk memperluas penyaluran gas bumi di seluruh Jawa Timur, dengan mengoptimalkan survei pemetaan potensi calon pelanggan di sekitar jaringan pipa gas existing.

"Sebelumnya, kami juga mengalirkan gas bumi ke industri permen jahe ekspor PT Serba Gurih pada April lalu, dan PT Liman Jaya Transmix pada Juni 2018 dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) melalui anak usahanya Gagas Energy Indonesia," kata Agus kepada Antara.


Ia mengatakan, selain terus memperluas jaringan, PGN juga melakukan pembiayaan investasi dengan skema swadaya (sharing investasi) dengan calon pelanggan untuk calon pelanggan yang tidak layak secara perhitungan investasi oleh PGN.

"Kami juga aktif berkomunikasi dengan pengelola kawasan industri dan instansi pemerintah. Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperluas penyaluran kepada masyarakat dan industri di seluruh Jawa Timur," katanya.

Direktur Utama PT Rajawali Cakra Sakti, Randy Setyawan mengaku sangat gembira dengan mulai tersalurkannya gas bumi dari PGN, sebab sebelumnya menggunakan batu bara.

"Penggunaan gas bumi memberikan nilai tambah bagi perusahaan, selain ramah lingkungan juga diuntungkan dengan naiknya volume produksi sebesar 15 persen. Dan perusahaan juga tidak memerlukan tempat lagi untuk penyimpanan seperti ketika ia menggunakan batu bara," katanya.

Sementara itu sesuai kontrak, Rajawali Cakra Sakti menggunakan gas bumi PGN dengan volume awal sebesar 10.000 hingga 15.000 m3, dan tahun depan volume pemakaian dapat naik dua kali lipat dengan rencana pengembangan usaha, yaitu pencucian kain bahan baku pembuatan sepatu dan sandal.

Randy menuturkan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya secara keberlanjutan telah memproduksi tali sepatu sebanyak 50 ton per bulan. Hasil produksi tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik sepatu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.