Kaldu dan Bumbu Masak Instan Ternyata Sumber Penyakit, Ini Alasannya Versi Lemonilo

Oleh : Dina Astria | Jumat, 20 Juli 2018 - 16:05 WIB

Bumbu masak Lemonilo
Bumbu masak Lemonilo

INDUSTRY.co.id - Masyarakat Indonesia sejatinya amat menyukai bumbu dalam setiap makanannya. Dua jenis bumbu yang paling digemari dan dicari adalah kaldu dan bumbu masak. Riset dan laporan Euromonitor International menyebutkan bahwa selama rentang 2012-2017, kaldu dan bumbu masak di Indonesia sudah terjual hingga 435.750 ton dan menghasilkan angka penjualan hingga 18 triliun Rupiah.

Euromonitor juga memprediksi bahwa angka ini akan terus mengalami peningkatan yang signifikan dengan angka penjualan mencapai 31 triliun rupiah selama rentang 2017 - 2022. Angka fantastis ini tidak mengherankan mengingat di tengah kesibukan masyarakat modern di Indonesia, keberadaan kaldu dan bumbu masak ini menjadi solusi bagi banyak rumah tangga.

Sayangnya, kaldu dan bumbu masak yang sehat sulit ditemukan di Indonesia. Kebanyakan kaldu dan bumbu masak di pasaran mengandung bahan-bahan kimia yang tidak baik untuk tubuh.  Dr.  Anna P. Roswiem, Dosen Biokimia IPB, mengatakan bahwa kebanyakan bumbu instan setidaknya mengandung tiga bahan, yaitu monosodium glutamat (MSG), disodium inosinat (IMP), dan disodium guanilat (GMP). Ketiga bahan ini bisa menumpuk di dalam tubuh yang berdampak pada munculnya masalah kesehatan, contohnya seperti penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.

Data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada 2017 menyebutkan bahwa dalam jangka waktu 2007 – 2013, jumlah penderita penyakit kardiovaskular dan hipertensi terus meningkat menjadi 26.9 persen. Persentase kenaikan ini telah menyedot dana BPJS sekitar 36.3 Triliun dalam jangka waktu 2014 – 2015. Salah satu faktor seseorang bisa mengidap penyakit kardiovaskuler dan hipertensi adalah pola hidup yang tidak sehat, dimana di dalamnya, terdapat penggunaan bumbu instan yang kaya pengawet.

Kaldu & Bumbu Alami Lemonilo Menjawab Kebutuhan

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan bumbu masak yang alami dan sehat, Lemonilo hadir sebagai brand berbasis teknologi yang membuat berbagai produk sehat dan alami bersama-sama ratusan UKM di berbagai wilayah Indonesia sebagai mitra produsen. Pada kesempatan ini, Lemonilo meluncurkan 8 bumbu alami sebagai terobosan baru sehingga masyarakat Indonesia bisa memulai hidup sehat dari dapur sendiri. Beberapa jenis kaldu dan bumbu yang diluncurkan antara lain: Lemonilo Kaldu Pelezat Alami dengan empat varian yaitu Ayam Negeri, Ayam Kampung Organik, Sapi, dan Jamur). Produk lainnya adalah Bumbu Komplit Alami  dengan empat varian, yaitu Nasi Goreng, Nasi Goreng Kari, Ayam Goreng Lengkuas, dan Tepung Kremes.

“Kedelapan produk kaldu dan bumbu alami ini kami luncurkan sebagai jawaban atas permintaan masyarakat atas bahan-bahan dapur yang lebih sehat dan harga terjangkau. Seluruh produk ini 100% alami dan bebas dari pengawet dan pewarna. Harapan kami, agar hidup sehat bisa kita mulai dari dapur sendiri," ungkap Shinta Nurfauzia, CEO Lemonilo.

Kedelapan kaldu dan bumbu alami ini dibuat 100% dari bahan alami berkualitas dan bebas dari bahan 3P (Pengawet, Perasa, dan Pewarna) serta tanpa tambahan MSG. Lemonilo memastikan langsung setiap proses pembuatan lulus dan terstandarisasi dengan memperhatikan panduan sehat alami ala Lemonilo yang di dalamnya terdapat larangan terhadap setidaknya 100 bahan yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Kaldu dan bumbu alami ini juga ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat untuk hidup sehat tanpa mengorbankan rasa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 26 September 2018 - 10:13 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen The Fed

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)dibuka melemah sebesar 2,74 poin pada Rabu (26/9/2018), dibayangi sentimen pertemuan The Fed.

Barang Impor (Ist)

Rabu, 26 September 2018 - 10:07 WIB

Pemerintah Terapkan TKDN, Cukupkah Suplay ?

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menyatakan investor asing sangat berminat masuk ke Indonesia, meskipun memasuki tahun politik.

IHSG - Bursa Efek Indonesia (Dok INDUSTRY.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 09:53 WIB

Fundamental Stabil Hari Ini Cermati Sepuluh Saham

INDUSTRY.co.id

Jakarta - IHSG saat ini jelang pergantian bulan sekaligus pergantian kuartal dimana rilis data perekonomian awal bulan suku bunga dan inflasi yang…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 26 September 2018 - 09:20 WIB

IHSG Dalam Zona Negatif

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Diperkirakan IHSG masih akan bergerak pada zona negatif meskipun terbatas dengan rentan pergerakan 5781-5903. Saham-saham yang masih dapat…

Gondola Climbing

Rabu, 26 September 2018 - 08:50 WIB

Jebsen &Jessen; dan Solusinya Industri Indonesia untuk Tingkatkan National Competitiveness

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Chairman Jebsen & Jessen (SEA), Heinrich Jessen mengemukakan bahwa group perusahaan memberikan dukungan terhadap agenda pertumbuhan ekonomi…