Bila Ingin Menang, Prabowo Subianto Harus Waspada Tentukan Cawapres

Oleh : Herry Barus | Jumat, 20 Juli 2018 - 12:04 WIB

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswesan (Foto Dok Industry.co.id)
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswesan (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya, bila ingin menang atas Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Jangan hanya karena berharap PKS, PAN, dan atau Partai Demokrat menjadi teman koalisi, lalu terjebak pada opsi cawapresnya harus dari salah satu parpol itu," kata Said, di Jakarta, Kamis. (19/7/2018)

Menurut dia, keinginan parpol calon koalisi Gerindra untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Prabowo memang sangat beralasan karena adanya faktor 'presidential effect'.

Ia menyebutkan dalam pemilu yang menyatukan pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), pemilih cenderung memberikan perhatian lebih pada pertarungan pilpres yang menentukan pucuk pimpinan eksekutif nasional, ketimbang pileg.

Dalam praktik memilih, katanya lagi, masyarakat sebagai pemilik suara memiliki kecenderungan untuk mencoblos partai politik yang mengusung capres-cawapres pilihan mereka.

Lebih spesifik lagi, kata dia, parpol yang kadernya menjadi capres atau cawapres-lah yang akan cenderung dicoblos oleh pemilih.

Karena itu, kata Said, tidak mengherankan jika dalam pembentukan koalisi parpol sekarang ini setiap partai politik berusaha keras memasukkan kadernya sebagai capres atau cawapres.

"Tetapi parpol-parpol itu juga perlu melihat target yang lebih besar dari pembentukan koalisi. Koalisi itu mau mereka bentuk hanya sekadar untuk ikut pilpres atau mau menang pilpres," kata Said pula.

Kalau sekadar mau ikut pilpres, lanjut dia, maka nama Ahmad Heryawan (Aher), Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebetulnya bisa dengan mudah diputuskan lewat cara undian oleh Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulhas, dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup 'gambreng' bertiga, selesai urusan.

Tetapi, kata dia lagi, kalau target koalisi ingin menang, maka masing-masing parpol perlu jujur dalam menakar kans dari masing-masing jagoannya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pulau Bidadari (Foto Dok PT Pembangunan Jaya)

Minggu, 24 Maret 2019 - 16:00 WIB

Pulau Bidadari Tawarkan Wisata Alam Masih Sangat Alami

Pulau Bidadari merupakan salah satu gugusan pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Merupakan pulau terdekat dengan Teluk Jakarta menjadikan…

Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya MRT Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (24/3) pagi (Foto: Setkab.go.id)

Minggu, 24 Maret 2019 - 16:00 WIB

Resmikan MRT, Presiden Jokowi: Hari Ini Peradaban Baru Telah Dimulai

Setelah menjalani masa uji coba sejak beberapa hari lalu, Moda Raya Transportasi atauĀ Mass Rapid Transit(MRT) Jakarta Fase l diresmikan pengoperasionalannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi),…

Danone Aqua Gelar Kegiatan Edukatif dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia 2019

Minggu, 24 Maret 2019 - 15:43 WIB

Peringati Hari Ginjal Sedunia, Danone Aqua Gelar Kegiatan Edukatif

Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia/World Kidney Day 2019 yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2019 yang lalu, Danone-AQUA mengadakan serangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan untuk…

JakCard Bank DKI bisa digunakan di MRT

Minggu, 24 Maret 2019 - 15:34 WIB

Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran MRT Jakarta

Terus dorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI mendukung sistem pembayaran berbasis non tunai untuk pengguna MRT Jakarta. Pengguna transportasi MRT Jakarta dapat menggunakan…

Peternak sapi (foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 24 Maret 2019 - 14:45 WIB

Mentan: Produksi Susu Sapi Nasional Meningkat Jadi 1,6 Juta Ton

Bandung Barat - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmen yang besar Kementerian Pertanian untuk peternak telah menghasilkan produktivitas sekaligus mendorong kesejahteraan.