Over Supply, Industri Semen Nasional Genjot Ekspor

Oleh : Ridwan | Jumat, 20 Juli 2018 - 10:13 WIB

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)
Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan industri semen nasional kian menunjukkan tren yang positif. Ini ditunjukan dari kapasitas produksi industri semen dalam negeri yang kondisinya jauh melebihi permintaan (demand) domestik.

"Saat ini kami memang dalam kondisi over-supply. Kapasitas produksi kita saat ini itu 110 juta ton per tahun, jadi kita itu produsen terbesar di Asia Tenggara," kata Senior Advisor Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Ery Susanto Indrawan di Jakarta (19/7/2018).

Ditambahkan Ery, demand saat ini di tahun 2018 kita proyeksikan sekitar 70 juta ton. "Karena kan kemarin demand domestik kita hampir 67 juta, kita berharap growth kita masih di kisaran 4-5 persen," ujarnya.

Lebih lanjut, Ery menjelaskan, kondisi tersebut sebetulnya mulai terlihat sejak 2015. Hal ini ditandai dengan beroperasinya banyak pabrik baru yang dibangun baik oleh investor dalam negeri ataupun luar negeri seperti Holcim dan Conch Semen pada 2011-2012.

"Memang growth semen tahun 2011-2012 itu kan tinggi sekali di atas 10 persen, mungkin saat itu investor itu mengira pertumbuhannya akan tetap di atas 10 persen. Sehingga pada saat itu banyak investor masuk membangun industri semen," jelasnya.

"Membangun pabrik semen itu kan tiga tahun baru jadi, artinya 2015 itu baru beroperasi barengan semua, makanya ada jumping kapasitas dari 80 juta menjadi 110 juta di tahun ini," tambahnya.

Untuk mengantisipasi over-supply ini dikatakan Ery industri semen RI akan terus berupaya untuk menggenjot ekspor.

"Tahun lalu kita sudah bisa ekspor sampai 3 juta ton. Kemudian kalau kita lihat ekspor sampai pertengahan semester 1 ini kita sudah sampai di 2,5 juta ton, artinya kita optimistis sampai akhir tahun bisa 5 juta ton," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

WIKA

Kamis, 21 Maret 2019 - 08:30 WIB

Tembus Rp2 Triliun, WIKA Pecahkan Rekor Laba Bersih

Berdasarkan Laporan Keuangan PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk (“WIKA”) per tahun 2018 (audited), tercatat pertumbuhan Laba Bersih bergerak naik sebesar 52,89% atau senilai Rp2,07 triliun dibandingkan…

Eric Saputra Country Head Ninja Xpress Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 08:00 WIB

Ninja Xpress Andalkan Teknologi Menjawab Tantangan Industri Logistik

Ninja Van yang hadir di Indonesia sejak tahun 2015 dengan nama Ninja Xpress, merupakan perusahaan teknologi yang melayani pengiriman dengan layanan hassle free. Dengan 3 pilar utama yang dimiliki…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:00 WIB

BUMN Tawarkan Peluang Magang Bersertifikat untuk 9.000 Mahasiswa

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi membuka kesempatan bagi 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB) guna mengembangkan diri dan menjajal dunia kerja…

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Kamis, 21 Maret 2019 - 06:00 WIB

Kemenristekdikti dan Kementerian BUMN Jalin Kerja Sama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 21 Maret 2019 - 05:00 WIB

Pembangunan Infrastruktur di Daerah Dukung Efektivitas Hilirisasi Produk

Masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air dalam kurun waktu empat tahun terakhir merupakan kebijakan tepat yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden…