Mahathir Bersikukuh Akan Terapkan SST

Oleh : Dina Astria | Rabu, 18 Juli 2018 - 11:00 WIB

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Mahathir Mohammad (Foto Setkab)
Presiden Jokowi dan PM Malaysia Mahathir Mohammad (Foto Setkab)

INDUSTRY.co.id - Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersikukuh akan menerapkan Service and Sales Tax (SST) atau Pajak Pelayanan dan Penjualan untuk menggantikan Goods and Service Tax (GST) atau Pajak Barang dan Jasa.

SST 10 persen bagi penjualan dan 6 persen untuk pelayanan sehingga tidak sama dengan GST yang menyebabkan harga barang lain turut meningkat, kata Mahathir seusai menghadiri Pembukaan Persidangan ke-14 Parlemen Sesi Pertama oleh Yang di-Pertuan Agong, Sultan Muhammad V di Kuala Lumpur, Selasa.

Dia mengatakan, pemerintah akan menguji terlebih dahulu pelaksanaan SST dan akan melihat rancangan undang-undang atau akta berkaitan cukai yang akan dibawa ke sesi parlemen kali ini.

"Kita sudah mengumumkan kadar nol persen terhadap GST, sekarang kita pastikan Parlemen menghapuskan GST. Setahu saya, 10 persen jika Anda beli, jika tidak beli tak perlu bayar. GST adalah cukai. Anda beli atau tidak, semua harga akan meningkat," katanya Pemerintah Pakatan Harapan (PH) berjanji akan menghapuskan GST menindaklanjuti manifesto Pemilihan Umum ke-14 dan Kementerian Keuangan menurunkan kadar GST menjadi nol persen mulai 1 Juni lalu.

Pemerintah Barisan Nasional memperkenalkan GST dengan kadar 6 persen mulai 1 April 2015 dan kira-kira RM44 miliar dikutip dari sistem percukaian tersebut.

GST akan digantikan cukai penjualan dan layanan (SST) mulai 1 September yang diprediksi menyumbang RM4 miliar kepada pendapatan negara.

Menteri Keuangan, Lim Guan Eng mengatajan peraturan tentang SST direncanakan dibahas padai bulan depan sebelum diluluskan oleh parlemen.

Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V telah mendukung langkah Pakatan Harapan untuk menghapuskan GST, menstabilkan harga minyak dan memberi bantuan dalam usaha meringankan beban rakyat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kawasan Industri (Ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 19:00 WIB

50 Investor Sinagpura Segera Investasi di Tanjung Pinang

uta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya menawarkan investor Singapura untuk berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas yang dikelola Badan Pengelola (BP) Tanjung Pinang.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 18 Desember 2018 - 18:35 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.511

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat 70 poin ke posisi Rp14.511 dibandingkan sebelumnya Rp14.581 per dolar AS.

Bank Mantap (ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:58 WIB

Bank Mantap Incar Pertumbuhan Kredit 40 Persen

PT Bank Mantap mengincar pertumbuhan kredit sampai 40 persen sepanjang 2019, menyusul peningkatan kemampuan intermediasi perusahaan setelah dua pengendali yakni PT Bank Mandiri Persero Tbk dan…

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:52 WIB

Pembangunan PLTA Batang Toru Sudah Melalui Kajian Komprehensif

Medan - Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan sudah melalui serangkaian kajian akademik dan persiapan konstruksi yang matang dan komprehensif sehingga bisa beroperasi…

J&T Express terus berinovasi dalam produk layanannya. Hal itu dituangkan dalam peluncuran slogan baru perusahaan tersebut yaitu, Express Your Online Business.

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:47 WIB

J&T Express Catat Rekor 4,5 Juta Kiriman di Harbolnas

J&T Express, jasa pengiriman yang berfokus pada bisnis ecommerce di indonesia sukses memeriahkan Harbolnas 2018 lalu dengan mencatat rekor pengiriman baru dengan total 4,5juta paket, dengan…