BI Rilis Utang Luar Negeri Indonesia Per Mei Sebesar Rp 5.155,6 Triliun

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 17 Juli 2018 - 16:11 WIB

Ilustrasi Utang Luar Negeri
Ilustrasi Utang Luar Negeri

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018. ULN Indonesia tercatat sebesar US$ 358,6 miliar atau setara Rp 5.155,6 triliun (US$ 1=Rp 14.377). Utang ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 182,5 miliar setara Rp 2.624 triliun dan utang swasta termasuk BUMN sebesar US$ 176,1 miliar setara Rp 2.532 triliun pada akhir Mei 2018.

Adapun ULN Indonesia tumbuh 6,8%  (yoy) pada akhir Mei 2018, melambat dibandingkan dengan 7,8% (yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini terjadi baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

"ULN pemerintah tumbuh melambat dipengaruhi pelepasan SBN domestik oleh investor asing sejalan dengan perkembangan likuiditas global," demikian penjelasan tertulis Bank Indonesia (BI), Selasa (17/6/2018).

Posisi ULN Pemerintah pada Mei 2018 turun dibandingkan dengan posisi akhir April 2018. Ini karena adanya net pelunasan pinjaman dan berlanjutnya aksi pelepasan SBN domestik oleh investor asing.

"Kepemilikan SBN domestik oleh investor asing turun hingga US$  1,1 miliar selama Mei 2018, sebagai antisipasi atas rencana Federal Reserve yang menaikkan tingkat suku bunga pada Juni 2018," menurut penjelasan BI.

Investor asing melepas sementara kepemilikan SBN domestik sambil memperhatikan perkembangan likuiditas global yang menuju pada keseimbangan baru. Hal itu menunjukkan investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik cenderung wait and see dalam menyikapi agenda kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada Mei 2018 tumbuh melambat menjadi sebesar US$ 179,3 miliar. ULN Pemerintah itu terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik nonresiden sebesar US$  124,6 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar US$ 54,7 miliar.

Adapun ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN ketiga sektor tersebut pada Mei 2018 masing-masing sebesar 0,2%, 3,3%, dan 11,7%. Ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 18 Desember 2018 - 18:35 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.511

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat 70 poin ke posisi Rp14.511 dibandingkan sebelumnya Rp14.581 per dolar AS.

Bank Mantap (ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:58 WIB

Bank Mantap Incar Pertumbuhan Kredit 40 Persen

PT Bank Mantap mengincar pertumbuhan kredit sampai 40 persen sepanjang 2019, menyusul peningkatan kemampuan intermediasi perusahaan setelah dua pengendali yakni PT Bank Mandiri Persero Tbk dan…

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:52 WIB

Pembangunan PLTA Batang Toru Sudah Melalui Kajian Komprehensif

Medan - Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan sudah melalui serangkaian kajian akademik dan persiapan konstruksi yang matang dan komprehensif sehingga bisa beroperasi…

J&T Express terus berinovasi dalam produk layanannya. Hal itu dituangkan dalam peluncuran slogan baru perusahaan tersebut yaitu, Express Your Online Business.

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:47 WIB

J&T Express Catat Rekor 4,5 Juta Kiriman di Harbolnas

J&T Express, jasa pengiriman yang berfokus pada bisnis ecommerce di indonesia sukses memeriahkan Harbolnas 2018 lalu dengan mencatat rekor pengiriman baru dengan total 4,5juta paket, dengan…

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) (Foto Ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:12 WIB

WSBP Raih Cash Flow Operasional Positif di 2018

Jakarta - Tahun ini PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) emiten beton precast terbesar tanah air akan menutup akhir tahun ini dengan membukukan cashflow operasional positif yang signifikan, setidaknya…