Ketum Gerindra Prabowo Subianto Kantongi Tiket Capres 2019

Oleh : Herry Barus | Selasa, 17 Juli 2018 - 11:20 WIB

Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)
Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Partai Gerindra menyebut ketua umumnya, Prabowo Subianto, telah memperoleh "tiket" menjadi calon presiden RI dari seluruh partai koalisi.

Kepastian itu diperoleh dari hasil pertemuan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dengan Ketua Umum Partai Gerindra Probowo di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (14/7).

"Pertemuan itu memberikan tiket capres kepada Prabowo," ujar Juru Bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira di Jakarta, Selasa (17/7/2018)

Anggawira mengatakan dalam pertemuan itu, Gerindra, PAN, dan PKS mengerucutkan langkah untuk bekoalisi dan mengundang partai lain untuk bergabung.

Adapun mengenai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo akan dibicarakan pada pertemuan berikutnya termasuk mengenai rancangan kabinet yang tentunya difokuskan dalam pembenahan ekonomi.

"Mengenai cawapres akan dibahas dan dimatangkan pada pertemuan selanjutnya. Tentunya memperhatikan aspirasi dari tiga partai yang berkoalisi," kata Anggawira.

Anggawira seperti dilansir Antra optimistis Prabowo akan mendapatkan amanah rakyat untuk memimpin Indonesia pada periode mendatang.

Ia menyebutkan survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen. Sementara kampanye dengan hastag #2019gantipresiden semakin disukai sebanyak 60,5 persen.

Dia mengatakan, berdasarkan survei LSI juga diketahui bahwa pemilih loyal Jokowi hanya 32 persen. Sedangkan pemilih loyal yang akan memilih selain Jokowi telah mencapai 30,5 persen.

"Kami optimistis Prabowo mendapat amanah rakyat untuk membawa Indonesia sejahtera. Tiada yang tidak mungkin dalam hidup ini, selalu terbuka peluang untuk kepemimpinan baru," kata Anggawira.

Sementara itu, pada Rabu (18/7/2018), Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Anggawira mengatakan pertemuan itu merupakan pertemuan puncak, setelah sebelumnya Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengambangi kediaman Prabowo Subianto.

Anggawira nenyatakan tiga partai koalisi, yakni Gerindra, PKS dan PAN tengah menyiapkan skenario terbaik agar Demokrat bisa bergabung dalam koalisi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) (Foto Ist)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:12 WIB

WSBP Raih Cash Flow Operasional Positif di 2018

Jakarta - Tahun ini PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) emiten beton precast terbesar tanah air akan menutup akhir tahun ini dengan membukukan cashflow operasional positif yang signifikan, setidaknya…

Bambang Brodjonegoro (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 18 Desember 2018 - 17:00 WIB

Bappenas: Industri Mamin Dukung Kinerja Ekspor Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mendorong ekspor industri makanan dan minuman halal yang merupakan sektor potensial dan siap dikembangkan untuk…

BCA Syariah edukasi keuangan kepada kaum ibu

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:48 WIB

BCA Syariah Dorong Ibu Rumah Tangga Pandai Kelola Keuangan

Jakarta Kaum perempuan terutama Ibu memiliki peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga. Kemampuan seorang ibu mengelola keuangan dengan bijak dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan…

Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, cetuskan UKM perlu naik kelas.

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:28 WIB

UKM Didorong Tumbuh dan Naik Kelas

Jakarta - Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia membutuhkan ekosistem yang kondusif untuk dapat tumbuh secara berkualitas. Untuk itu, diperlukan berbagai unsur yang…

Angkasa Pura I

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:05 WIB

Dapat Pinjaman Rp 5 Triliun, Angkasa Pura I Fokus Tingkatkan Layanan Bandara

PT Angkasa Pura I (Persero) mendapatkan dukungan pendanaan senilai Rp5 triliun berupa pinjaman dari bank dan lembaga keuangan nonbank untuk pengembangan bandara.