Holcim Raih Posisi Pertama Indonesia Green Companies Awards 2018

Oleh : Ridwan | Senin, 16 Juli 2018 - 18:29 WIB

Sustainable Development Manager Holcim Indonesia Oepoyo Prakoso mewakili PT Holcim Indonesia saat menerima penghargaan Indonesia Green Companies Awards (Foto: Dok. Holcim Indonesia)
Sustainable Development Manager Holcim Indonesia Oepoyo Prakoso mewakili PT Holcim Indonesia saat menerima penghargaan Indonesia Green Companies Awards (Foto: Dok. Holcim Indonesia)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Holcim Indonesia Tbk berhasil menempati posisi pertama sebagai perusahaan dengan performa keberlanjutan terbaik pada malam penghargaan Indonesia Green Companies awards yang diselenggarakan oleh Majalah SWA di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Penghargaan tahunan tersebut memilih perusahaan-perusahaan yang berkomitmen dalam mengimplementasikan prinsip triple bottom line. 

Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager, tampil mewakili perusahaan untuk menerima penghargaan tersebut. Penghargaan tahunan ini menilai perusahaan publik di Indonesia yang memiliki kinerja tinggi dalam pembangunan berkelanjutan dan terbukti memberikan dampak positif berdasarkan aspek-aspek seperti komitmen CEO, kepatuhan, prinsip dan strategi, tindakan nyata, inisiatif dan dampak.

Mengutip dari situs resmi SWA, Kemal E. Gani, Pemimpin Redaksi Majalah SWA, mengatakan masih banyak perusahaan yang perlu mendorong bisnisnya secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan dampak sosial untuk masyarakat dan lingkungan. 

Penghargaan ini menilai dan mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang dipandang berhasil dan layak mendapat pengakuan atas upaya-upaya terbaik mereka, dan menetapkan tolok ukur dalam penerapan pembangunan berkelanjutan bagi perusahaan lain. 

Untuk proses penjurian, Majalah SWA melibatkan beberapa nama yang cukup memiliki pengaruh dalam pembangunan berkelanjutan dan manajemen lingkungan seperti mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Profesor Emil Salim.

Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager Holcim Indonesia menjelaskan, inisiatif dan langkah-langkah pembangunan berkelanjutan yang kami lakukan berfokus pada perencanaan jangka panjang yang dicanangkan LafargeHolcim sebagai induk perusahaan melalui “The 2030 Plan”. 

"Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang kami dalam bagaimana kami menjalankan bisnis," ujar Oepoyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Ditambahkan Oepoyo, solusi bernilai tambah dan berkelanjutan yang memberikan kontribusi tertinggi pada saat proses penilaian adalah manajemen pengelolaan limbah menjadi sumber energi dibawah bendera Geocycle, beton berpori bernama ThruCrete dan beton cepat kering untuk perbaikan jalan bernama SpeedCrete yang membantu menurunkan emisi CO2 dari kemacetan karena pekerjaan perbaikan jalan konvensional yang menutup jalan dalam waktu lama.

Selain itu, produk ThruCrete juga digunakan pada proyek revitalisasi area kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut Asian Games ke-18 di Jakarta serta membantu kompleks olahraga ini mendapatkan sertifikasi hijau untuk bangunan cagar budaya. 

Holcim mengoperasikan empat pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, Tuban di Jawa Timur dan Lhoknga, Aceh dengan total kapasitas gabungan per tahun 15 juta ton semen. 

Sejalan dengan induk perusahaan, LafargeHolcim Group, Holcim Indonesia juga menempatkan fokus pada empat area yaitu, iklim, air dan alam, sistem ekonomi sirkuler, serta karyawan dan masyarakat. 

"Strategi jangka panjang ini bertujuan untuk mencapai sepertiga target pendapatan perusahaan dari solusi berkelanjutan pada tahun 2030," paparnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…