Pameran dan Konferensi Waralaba Terbesar Kembali Akan Digelar

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 11 Juli 2018 - 22:11 WIB

Pameran waralaba Internasional atau International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2018 (IFRA) kembali digelar pada tanggal 20 22 Juli 2018 di Jakarta Convention Center.
Pameran waralaba Internasional atau International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2018 (IFRA) kembali digelar pada tanggal 20 22 Juli 2018 di Jakarta Convention Center.

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Dyandra Promosindo kembali akan menggelar pameran dan konferensi waralaba, International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2018.

Pameran waralaba terbesar di tanah air ini rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada 20 – 22 Juli 2018 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Sebagai pameran bertaraf internasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-16, IFRA tahun ini akan mengangkat tema “Creating Franchise Entrepreneurial Behavior with Continuous Innovation”. Melalui tema ini diharapkan para pengusaha waralaba akan terpacu untuk terus berinovasi.

“Sebuah bisnis harus bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk bisnis waralaba. Para pelaku bisnis harus terus membuka mata dan wawasan mereka akan apa yang tengah terjadi agar dapat terus berinovasi dan melahirkan ide-ide bisnis yang sesuai dengan zaman serta kemajuan teknologi,” ujar Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

IFRA 2018 akan menghadirkan sekitar 280 brands dari 125 perusahaan dengan berbagai bidang seperti food & beverages, restoran, café/coffee shop, otomotif, spa, kecantikan dan kesehatan, retail mini market, perlengkapan bisnis, cleaning/laundry, IT/internet support, konsultan, klinik dan terapi, aksesoris, farmasi, properti, mebel, venue/hotel, recruitment & training center, karaoke/hiburan, rental company, sekolah/pendidikan, logistik, food truck, business opportunity, hingga supporting equipment. Seluruh perusahaan ini akan menawarkan potensi peluang bisnis waralaba yang nilai transaksinya terus meningkat setiap tahun sebesar 10-15 persen.

Menurut Anang, dengan nilai transaksi yang terus mengalami pertumbuhan tersebut industri waralaba menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin terjun ke dunia usaha. Namun ia kembali menegaskan bahwa selain kemauan dan kerja keras, dibutuhkan inovasi secara terus menerus dari pengusaha waralaba agar bisnis mereka bisa berkembang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).