Kurs Rupiah Masih Berpeluang Menguat

Oleh : Anisa Triyuli | Rabu, 11 Juli 2018 - 16:46 WIB

Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)
Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berpeluang menguat, meski saat ini terdepresiasi akibat pengaruh tekanan global.

"Dari segi fundamental, semestinya ada ruang untuk lebih apresiatif," kata Perry saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7/2018) .

Perry menjelaskan pergerakan kurs rupiah saat ini masih "overvalued" karena masih terdampak oleh potensi penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed).

Namun, ia memastikan depresiasi rupiah tersebut masih lebih baik dibandingkan mata uang di negara-negara berkembang lainnya.<>  

"Depresiasi kurs dibandingkan negara lain relatif terkendali, lebih rendah dari Filipina, India, Brasil, Korea Selatan dan Turki, yang mengalami pelemahan jauh lebih tinggi," katanya.

Meski demikian, Perry memastikan bank sentral terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah 26 poin menjadi Rp14.393 dibanding posisi sebelumnya Rp14.367 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta seperti dilansir Antara  mengatakan pergerakan rupiah kembali diuji ketahanannya untuk dapat berbalik arah melanjutkan tren kenaikan.

Masih rentannya Rupiah menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap dolar AS," ujar Reza.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran bersama Ramdhan Anggakaradibrata, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan & Perbankan BPD Hipmi Jaya

Rabu, 19 September 2018 - 10:46 WIB

Akseleran Fasilitasi Pembiayaan Bagi Para Pelaku Usaha Hipmi Jaya

Bentuk kerjasama tersebut, diharapkan dapat turut mendukung tercapainya total pembiayaan Akseleran pada akhir tahun 2018 sebesar Rp200 miliar.

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…