Ciptakan Persaingan Sehat, Peran KPPU akan Diperkuat

Oleh : Anisa Triyuli | Rabu, 11 Juli 2018 - 16:29 WIB

Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) (Kompas)
Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) (Kompas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Peranan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan diperkuat, salah satunya dengan merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat di dalam negeri.

Ketua KPPU Kurnia Toha di Jakarta, Selasa (10/7/2018)  mengatakan bahwa, pihaknya menyiapkan berbagai masukan kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang saat ini tengah melakukan pembahasan RUU Persaingan Usaha tersebut. Dari total 502 pasal yang dibutuhkan, sudah dibahas sebanyak 75 pasal.

"Karena KPPU bukan merupakan bagian dari tim, kami memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR. Dengan demikian, nantinya bisa menutup kelemahan yang ada," kata Kurnia.

DPR tengah membahas RUU Persaingan Usaha tersebut bersama dengan pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Kementerian Hukum dan Ham.

Beberapa poin yang disampaikan KPPU untuk memperkuat peranan lembaga independen tersebut antara lain adalah mengenai subjek hukum. Dalam UU yang lama, subjek hukum tersebut hanya meliputi pelaku usaha yang melakukan aktivitas di Indonesia.

Dalam prakteknya, pelaku usaha usaha itu belum tentu berada dalam suatu negara ketika bisnisnya berjalan. Hal tersebut biasanya terkait dengan perusahaan multinasional yang belum memiliki cabang tetap di suatu negara tertentu, meskipun sudah beroperasi di negara tersebut.

"Di negara lain, bukan hanya pelaku usaha di Indonesia saja yang bisa diperiksa, tapi juga pelaku usaha di luar negeri yang melakukan aktivitas ekonomi dan berdampak terhadap negara yang bersangkutan. Seharusnya itu bisa kita periksa," kata Kurnia.

Diharapkan, dalam Undang-Undang Persaingan Usaha yang baru, subjek hukum tersebut bisa dirubah, sehingga mampu memaksimalkan peranan KPPU. Nantinya, KPPU bisa menjalin kerja sama dengan negara lain yang memiliki aturan serupa.

Selain itu, hal lain yang perlu diperkuat adalah terkait pemberitahuan penggabungan atau merger suatu perusahaan. Saat ini, pemberitahuan tersebut dilakukan setelah merger tersebut dilakukan. Jika ditemukan hal yang bertentangan dengan persaingan usaha, baru kemudian merger tersebut dibubarkan.

"Itu akan memakan biaya yang besar. Di negara lain, pemberitahuan itu sebelum merger dilakukan, kita juga meminta itu," kata Kurnia.

Kemudian, terkait dengan besaran denda yang bisa dijatuhkan oleh KPPU terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan persaingan usaha. Saat ini, besaran denda tersebut hanya Rp1-Rp25 miliar dan dianggap belum bisa memberikan efek jera terhadap pelaku yang memiliki keuntungan melebihi besaran denda tersebut.

"Denda itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera. Dan jika tidak ditingkatkan maka akan kurang memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang terbukti bersalah," kata Kurnia.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pembicaraan terkait revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat guna meningkatkan peranan lembaga independen tersebut.

Meskipun KPPU tidak masuk dalam tim yang membahas RUU Persaingan Usaha tersebut, namun pemerintah memerlukan banyak masukan dari lembaga yang nantinya akan bertanggung jawab langsung kepada presiden itu. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).