Traveler, Perhatikan Ini Daftar Negara yang Membatasi Menggunakan Vape

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 11 Juli 2018 - 13:45 WIB

Ilustrasi Vaping (Istimewa)
Ilustrasi Vaping (Istimewa)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Jika berkunjung ke suatu negara selain perlengkapan yang harus dibawa selama perjalanan, kamu perlu juga mengetahui beberapa peraturan bagi pendatang atau turis saat berkunjung ke negara tersebut. Salah satunya yang baru-baru ini telah ditetapkan di berbagai negara yang melarang untuk menggunapak rokok elektrik atau biasa disebut vape.

Dikutip dari dailymail, Rabu (11/7/2018), sebuah studi Organisasi Kesehatan Dunia mengklaim bahwa rokok elektrik mungkin tidak benar-benar membantu perokok menghentikan kebiasaan mereka.  Akhirnya, setelah mendapat himbauan, sejumlah negara mengikuti peraturan yang diberika oleh studi tersebut. 

Saat ini, India, Filipina, Lebnan, Kamboja dan Vietnam telah memberlakukan peraturan dilarang menggunaka vape. Terbukti, dalam beberapa bulan terakhir, di beberapa bagian India setelah mengeluarkan peraturan tersebut ada seorang pria yang dipenjara selama tiga tahun akibat mengisap rokok elektrik.  Ada juga, seorang vapers di Filipina mendapat hukuman hingga empat bulan di penjara karena vaping di ruang publik.

Lebanon, Kamboja dan Vietnam juga baru-baru ini melarang rokok elektrik tersebut, namun potensi hukuman karena melanggar hukum jauh lebih tidak jelas. Sedangkan, jika sanksi di Thailand, disarankan bagi warga atau wisatawan untuk meninggalkan perlengkapan vape mereka di rumah. Jika ketahuan, hukumannya bisa dipenjara selama 10 tahun. 

Adapun larangan di berbagai negara atau kota lainnya seperti di San Francisco telah melarang rokok elektrik yang beraroma, lalu semua taman nasional termasuk Grand Canyon dan Everglades memiliki batasan dalam vaping yang berlaku. DI Kanada, dengan peraturan lokal yang berlaku. Misalnya, di provinsi British Columbia terdapat undang-undang membatasi vaping di mobil yang berisi anak-anak dan dalam jarak enam meter dari pintu dan jendela yang terbuka.

Vaping juga dilarang di Uni Emirat Arab dan Bandara Dubai. Jika ketahuaan petugas akan menyita rokok elektronik dan perlengkapan vape. Larangan lengkap tentang rokok elektrik juga ada di Singapura, Indonesia, Yordania, Oman, dan Mesir. Sementara Afrika Selatan, Malaysia, dan negara bagian Queensland dan Wilayah Utara Australia melarang penggunaan rokok elektronik yang mengandung nikotin

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran bersama Ramdhan Anggakaradibrata, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan & Perbankan BPD Hipmi Jaya

Rabu, 19 September 2018 - 10:46 WIB

Akseleran Fasilitasi Pembiayaan Bagi Para Pelaku Usaha Hipmi Jaya

Bentuk kerjasama tersebut, diharapkan dapat turut mendukung tercapainya total pembiayaan Akseleran pada akhir tahun 2018 sebesar Rp200 miliar.

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

Rabu, 19 September 2018 - 10:00 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

BNI Syariah meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 12th Annual Best Financial Institution Awards & 8th…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.