Tanamkan Semangat Konservasi, President University Gelar Guest Lecture 'Planting the Seed of Conservation'

Oleh : Hariyanto | Rabu, 11 Juli 2018 - 10:18 WIB

President University menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture Planting the Seed of Conservation
President University menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture Planting the Seed of Conservation

INDUSTRY.co.id - Cikarang Dalam rangka menumbuhkan semangat cinta lingkungan dan konservasi alam di kalangan mahasiswa, President University menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture Planting the Seed of Conservation pada hari Senin 9 Juli 2018 dengan menghadirkan pembicara Deniek G. Sukarya, fotografer landscape & nature sekaligus pemerhati lingkungan.

Besarnya potensi keanekaragaman hayati tanaman, pohon dan bunga di Indonesia khususnya yang berasal dari provinsi Jawa Barat dapat menjadi peluang mahasiswa yang memiliki kepedulian dan semangat untuk mewujudkan pelestarian alam dan cinta lingkungan.

President University mendukung setiap aktifitas untuk mengembangkan area konservasi atau botanical garden di sekitar area kampus di Jababeka. Dengan adanya area konservasi atau botanical garden jelas bermanfaat sebagai area hijau di tengah kawasan industri sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata alam menyehatkan dan edukatif.

Dalam presentasinya, Deniek G. Sukarya menekankan kepada mahasiswa perlu ada keingintahuan dan rasa mencintai alam terlebih dahulu dan setelah itu baru muncul semangat konservasi.

Semangat konservasi adalah dedikasi dari hati untuk membantu menjaga lingkungan kita sehat bagi anak-anak kita, dan generasi yang akan datang, jelas Deniek dihadapan para mahasiswa President University seperti dikutip dari presidentposid, Rabu (11/7/2018) .

Deniek mengatakan, Jababeka dapat menjadi lokasi yang cocok untuk membangun area khusus konservasi alam. Apalagi belum ada kawasan industri di Indonesia yang juga memiliki area khusus konservasi alam di satu wilayah yang sama. Idealnya ada area konservasi atau botanical garden di Jababeka, jelas Deniek.

Menurut Deniek, untuk membangun masterplan botanical garden dapat mengikuti standar dan persyaratan yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Apabila persyaratan lahan terpenuhi untuk pembangunan fisik dapat dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sebagai informasi, saat ini Deniek juga tengah menjadi konsultan pembangunan botanical garden Jagatnatha di Kabupaten Jemana, Bali.

Deniek juga menyarankan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun botanical garden yakni jenis pohon, bunga atau buah yang ditanam harus sesuai dengan endemic lokal, harus tetap mengedepankan pembangunan yang alami serta pentingnya tenaga ahli yang memang memahami teknik konservasi.

Saat ini di kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, menjadi kawasan eko-industri modern pertama kali dibangun oleh perusahaan swasta di Indonesia. Dikembangkan oleh PT. Jababeka sejak tahun 1989 di atas lahan 5.600 hektar, sampai saat ini Jababeka masih tetap menjadi kawasan industri yang terbesar di Asia Tenggara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

Rabu, 19 September 2018 - 10:00 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

BNI Syariah meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 12th Annual Best Financial Institution Awards & 8th…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…