Pabrik Baja MJIS Belum Dipastikan Kembali Beroperasi

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 09 Juli 2018 - 12:33 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Batulicin- Perusahaan bahan baku baja, PT Meratus Jaya Iron dan Steel (MJIS) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, hingga kini belum dapat memastikan kapan kembali beroprasi.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bidang Ketenagakerjaan Kabupaten Tanah Bumbu, Sayid Ismail Kholil A di Batulicin, Minggu (8/7/2018) mengatakan perusahaan tersebut sudah hampir tiga tahun tidak beroperasi, bahkan hingga saat ini pihak manajemen perusahaan juga belum menjelaskan kapan bisa mulai beroperasi.

"Kami juga sempat datang ke perusahaan bersama beberapa tokoh masyarakat untuk menanyakan apa masalah perusahaan tersebut hingga tidak beroperasi yang menyebabkan banyak karyawan dari masyarakat lokal diberhentikan," katanya.

Dia menambahkan, perusahaan menyatakan sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan beroperasi kembali, namun pemerintah daerah melalui legislatif akan terus mendesak agar mendapat kejelasan yang pasti agar karyawan yang sempat bekerja di perusahaan tersebut dapat bekerja kembali.

Keberadaan perusahaan tersebut sudah hampir enam tahun, akan tetapi hanya beroperasi berproduksi kurang lebih tiga tahun terhitung 2012-2015.

"Kami sebagai wakil rakyat sangat menyayangkan keberadaan perusahaan tersebut yang sudah lama tidak beroperasi, sehingga keberadaannya terkesan mangkrak," katanya.

Tidak beroperasinya perusahaan tersebut berdampak kepada masyarakat lokal yang dulunya sempat menjadi karyawan PT. MJIS, namun saat ini terpaksa menganggur karena putus kontrak sebagai karyawan.

Seharusnya PT MJIS bisa menjadi industri utama yang berada di Kawasan Ekonomi Terpadu (Kapet) sehingga keberadaannya sangat berperan penting sebagai acuan para investor agar ikut andil untuk mendirikan perusahaan.

Dulu pemerintah daerah sangat membanggakan keberadaan perusahaan baja, pasalnya dengan beroperasinya perusahaan tersebut bisa meningkatkan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, namun sudah hampir tiga tahun tidak beroperasi.

"Kami berharap ini menjadi tanggapan yang serius oleh pihak manajemen atas keberadaan PT MJIS, jangan sampai menjadi sorotan negatif oleh perusahaan perusahaan lain," pintanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:30 WIB

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mempertahankan prestasi dan kembali memperoleh sertifikat ISO 9001-2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah lembaga sertifikasi manajemen berstandar…

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:23 WIB

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Berkembang dari tema sebelumnya yaitu "Transmutation" yang berarti transformasi, tema kali ini adalah "Alteration" yang berarti "perubahan" untuk menandakan penyatuan antara kedua merek - Timberland…

Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00 WIB

Berprestasi, Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Empat mahasiswa SIA UBSI yaitu Martina Ayu Wigati, Sari Indriyani, Muhammad Yamin dan Siti Nuraeni Bariati berhasil menjadi Juara 1 Kategori Analisa Keuangan di Gunadarma All About Competition…

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB

Kunjungi Kadin, Musiad Jajaki Kerja Sama Bisnis

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menjalin kerja sama bisnis dan perdagangan dengan Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (Musiad) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen…

Stephanie Tangkilisan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:59 WIB

Politik Identitas VS Hoaks Jelang Pemilu 2019

Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya timbul adalah apakah isu politik identitas dan hoaks benar-benar akan menurunkan kualitas demokrasi Indonesia di Pemilu nanti?