BPS: Pengguna Moda Transportasi Meningkat pada 2016

Oleh : Herry Barus | Kamis, 02 Februari 2017 - 08:00 WIB

PT Transjakarta (ullstein bild / Getty Images)
PT Transjakarta (ullstein bild / Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang 2016 jumlah pengguna moda transportasi udara domestik dan internasional, kapal laut serta kereta api mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi pada 2015.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/2/2017) mengatakan bahwa jumlah pengguna angkutan udara tujuan domestik sepanjang 2016 mengalami kenaikan sebesar 16,97 persen dan tujuan internasional sebesar 8,16 persen.

"Secara kumulatif, pengguna angkutan udara domestik dan internasional naik. Angkutan laut baik penumpang dan barang juga naik, demikian juga kereta api," kata Suhariyanto.

Sepanjang 2016 jumlah pengguna angkutan udara tujuan domestik mencapai 80,4 juta orang dari tahun sebelumnya sebanyak 68,8 juta orang. Untuk tujuan internasional sebanyak 14,8 juta orang dari sebelumnya 13,7 juta orang.

Sementara untuk jumlah penumpang angkutan laut mencapai 14,9 juta orang dari sebelumnya 14,8 juta orang atau mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen. Jumlah barang yang diangkut juga naik 8,37 persen menjadi 258,2 juta ton dari sebelumnya 238,3 juta ton.

Selama periode Januari-Desember 2016, pengguna angkutan kereta api meningkat cukup signifikan mencapai 7,94 persen menjadi 351,8 juta orang dari tahun sebelumnya sebanyak 325,9 juta orang. Hal serupa juga terjadi pada jumlah barang yang diangkut dari tahun sebelumnya sebanyak 32,0 juta ton menjadi 35,3 juta ton atau naik 10,21 persen.

Sementara untuk Desember 2016, peningkatan juga terjadi pada seluruh pengguna moda transportasi. Hanya jumlah barang yang diangkut oleh kapal laut mengalami penurunan sebesar 1,81 persen dibandingkan dengan November 2016.

"Pada Desember 2016 merupakan musim liburan, sehingga wajar ada kenaikan yang cukup tinggi," kata Suhariyanto.

Tercatat, pada Desember 2016, jumlah pengguna angkutan udara domestik mengalami kenaikan sebesar 16,98 persen menjadi 7,8 juta orang, dari bulan sebelumnya sebanyak 6,66 juta orang. Sementara untuk penumpang angkutan udara tujuan internasional melonjak 24,11 persen dari sebelumnya 1,18 juta orang menjadi 1,5 juta orang.

Untuk jumlah pengguna angkutan laut, pada bulan yang sama tercatat naik 15,96 persen menjadi 1,3 juta orang dari sebelumnya 1,1 juta orang. Jumlah barang yang diangkut turun 1,81 persen menjadi 22,4 juta ton dari sebelumnya 22,82 juta ton.

Sementara pengguna angkutan kereta api pada Desember 2016 mengalami kenaikan sebesar 8,29 persen jika dibandingkan November 2016, menjadi 32,2 juta orang dari sebelumnya 29,69 juta orang. Jumlah barang yang diangkut tercatat sebanyak 3,3 juta ton atau naik 4,38 persen dari sebelumnya 3,18 juta ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KA Bandara Soekarno-Hatta (Ist)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:15 WIB

Penyesuaian Tarif, Kini Kereta Api Bandara Batu Ceper-Soetta Hanya Rp35.000

PT Railink memutuskan menyesuaikan tarif antar-stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, kini masyarakat dari Kota Tangerang atau sekitar Stasiun Batuceper…

 Oesman Sapta Odang (OSO) Ketum Umum Hanura Oesman

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:07 WIB

Konflik Partai Hanura, OSO-Daryatmo Harus Temukan Kompromi Politik

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menyarankan para elit politik Hanura harus secepatnya bertemu untuk menemukan kompromi politik yang terbaik bagi partai…

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:57 WIB

Menhan Ungkap Empat Isu Krusial Ganggu Keamanan Kawasan

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, menyebutkan, saat ini dunia tengah menghadapi empat isu krusial yang dapat mengganggu keamanan kawasan regional dan wilayah.

Ilustrasi Petani Garam (Ist)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:55 WIB

Kemenperin Blak-Blakan Soal Impor Garam

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui jika saat ini pemerintah maupun para petani belum mampu menyediakan kebutuhan garam bagi industri. Sehingga, opsi impor garam menjadi langkah…

Partai Solidaritas Indoensia (PSI) (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:52 WIB

PSI Galang Dana Publik untuk Perbaiki Iklim Politik Tanah Air

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pembiayaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air.