Sektor Makanan- Minuman Daya Tarik Utama Mal

Oleh : Herry Barus | Rabu, 01 Februari 2017 - 18:53 WIB

Ilustasi Pelayan Restoran di Indonesia (Peter Charlesworth/Contributor/Getty Images)
Ilustasi Pelayan Restoran di Indonesia (Peter Charlesworth/Contributor/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sektor makanan dan minuman yang dijual di pusat perbelanjaan dinilai merupakan daya tarik utama yang saat ini membuat pengunjung berbondong-bondong mengunjungi mal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Head of Retail konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, James Austen di Jakarta, Rabu (1/2/2017)  mengatakan permintaan terhadap sektor makanan dan minuman masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen untuk menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.

Selain itu, ujar James, jumlah permintaan ruang ritel di pusat perbelanjaan di kawasan ibukota selama kuartal IV-2016 dinilai masih seimbang karena jumlah pasokan baru yang terbatas.

"Sejumlah pasokan baru yang masuk selama tahun 2016 telah diisi berbagai 'tenant' yang melakukan ekspansi dari sejumlah pusat perbelanjaan maupun para pemain baru," kata James Austen.

Seperti dilansir Antara, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan kenaikan omzet ritel pada 2017 kurang lebih sebesar 10 persen, dengan nilai omzet kurang lebih mencapai Rp219 triliun, diluar nilai makanan dan minuman olahan.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/12) mengatakan bahwa dengan target pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5-5,4 persen persen, diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat khususnya pada sektor ritel modern.

Berdasarkan data Aprindo, tercatat bahwa omzet ritel pada 2015 sebesar Rp181 triliun dan diperkirakan meningkat pada 2016 menjadi sebesar Rp199,1 triliun. Nilai tersebut diluar transaksi makanan dan minuman olahan yang pada 2015 mencapai Rp1.430 triliun.

Masih terkait dengan sektor ritel, pengembang Sinar Mas Land meresmikan kompleks ritel urban terbesar di Indonesia bernama Qbig BSD City di daerah Tangerang Selatan, yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 17,5 hektare.

"Dengan kehadiran QBig BSD City, Sinar Mas Land menyediakan suatu alternatif konsep berdagang yang inovatif dan kreatif bagi para retailer dan konsumen mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda dan unik dalam memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari," kata CEO Retail & Hospitality Sinar Mas Land Alphonzus Widjaja dalam siaran pers, Jumat (16/12).

Menurut Alphonzus, QBig BSD City akan memberikan suatu pengalaman berbelanja yang berbeda dan berkesan karena belum pernah ada sebelumnya selama ini di Indonesia.

Mengusung tema "Modern, Green, and Simple", ujar dia, QBig BSD City terdiri dari bangunan-bangunan utama dan bangunan pendukung yang saling terhubung dengan restoran dan kafe.

Selain itu, QBig BSD City hadir dengan "anchor tenants" (penyewa inti) pilihan yaitu "big-boxstore" atau toko-toko utama dengan masing-masing luas sekitar 5.000 - 10.000 meter persegi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:31 WIB

Masuk Tahun Kelima Jokowi-JK, Moeldoko Ajak Kembangkan Politik Cinta Kasih

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, seandainya saja bangsa kita dikelola dengan cinta kasih, maka politik kita pun akan menjadi politik yang sejuk, jauh dari rasa kebencian dan memusuhi.…

FOUNDA Startup Baru Ajak Milennials Berbisnis (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 18:00 WIB

FOUNDA Startup Baru Ajak Milennials Berbisnis

Dalam rangka meningkatkan kesadaran berwirausaha pada kalangan milennials, FOUNDA sebagai perusahaan rintisan atau startup hadir dengan tujuan untuk menciptakan founder muda (Founda) dengan…

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih saat berfoto bersama 27 pelaku usaha kreatif dalam program Creative Business Incubator (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Ciptakan Pengusaha Muda di Sektor Ekonomi Kreatif, Kemenperin Gelar Creative Business Incubator

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) menggelar program "Creative Business Incubator (CBI)".

Andrew Keily Juarai Ajang Herbalife Bali International Triathlon 2018 (Foto Rizki Meirino)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Andrew Keily Juarai Ajang Herbalife Bali International Triathlon 2018

Herbalife Bali International Triathlon 2018 telah selesai digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Minggu (21/10/2018). Dalam kategori Olympic Distance Course Pria, Triatlit asal Amerika Serikat,…

HM Sampoerna Tbk Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 16:30 WIB

HM Sampoerna Tbk Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) memiliki komitmen yang besar untuk mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.…