Presiden Jokowi Resmikan PLTB Sidrap Sulsel

Oleh : Herry Barus | Senin, 02 Juli 2018 - 12:15 WIB

PLTB Sidrap Sulsel (Foto Dok Industry.co.id)
PLTB Sidrap Sulsel (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo berangkat menuju Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan kunjungan kerja yang salah satunya adalah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Sidenreng Rappang berkapasitas 75 Megawatt.

Rombongan kepresidenan bertolak menuju provinsi itu pada Senin (2/7/2018) pukul 07.40 WIB dengan menumpang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pada pukul 10.50 WITA, rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan disambut oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono.

Kemudian Presiden dan Ibu Negara langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Parepare menumpang Helikopter Super Puma TNI AU.
 

"Di Kota Parepare, Presiden akan menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Lapangan Andi Makasau," demikian keterangan tertulis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Selanjutnya, rombongan Presiden menuju Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap untuk meresmikan dan meninjau PLTB Sidrap yang dapat menghasilkan listrik kapasitas 75 MW.

Pembangkit tersebut merupakan PLTB pertama yang beroperasi di Indonesia. PLTB itu memiliki 30 kincir angin dengan tinggi menara 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter yang masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW. Sehingga total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 MW.

Usai meresmikan PLTB Sidrap, Presiden pun direncanakan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya berkapasitas 2x100 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW dengan menandatangani prasasti peresmian.

Pada petang hari, Presiden beserta rombongan akan menuju Kabupaten Wajo untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja pada Selasa (3/7).

Sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Foto Doc Kementan

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:44 WIB

Hasilkan 20 Triliun dalam 3,5 Tahun, Ekspor Obat Hewan Indonesia Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Dalam kurun waktu 3,5 tahun, ekspor obat hewan telah signifikan mendatangkan devisa negara yang cukup besar. Berdasarkan data Direktorat…

Bambang Tribaroto Corporate Secretary Bank BRI (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 20:00 WIB

BRI-Pemprov Perkuat Sistem Informasi Pertanian di Jawa Tengah.

Bank BRI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara puncak perayaan Hari Tani 2018 yang dilaksanakan di Alun-alun Bung Karno, Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah Sabtu (20/10/2018).…

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan (Foto Dok Garuda Indonesia)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Garuda-Polri Sepakat Kemitraan Strategis Layanan Jasa Penerbangan

Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Jumat (19/10/2018) melakukan penandatanganan nota kesepahaman perpanjangan komitmen kemitraan strategis…

Taufik Hidayat, Direktur Utama PT. PP Properti Tbk (Dok. Industry)

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:00 WIB

PT PP Bukukan Kontrak Baru Rp32,45 Triliun

PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi di Indonesia berhasil membukukan kontrak baru Rp32,45 triliun sampai akhir September 2018, naik 1,5 persen dibanding periode yang sama…

Ilustrasi Pertamina EP

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:30 WIB

Pertamina EP Capai Produksi 102 Persen

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) mencatat pencapaian produksi minyak PT Pertamina EP Asset 3 sebesar 12.408 BOPD atau 102 persen dari target 2018 sebesar 12.138 BOPD.