LPDB KUMKM Terapkan Taktik Jemput Bola Salurkan Dana Bergulir

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 30 Juni 2018 - 10:43 WIB

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Sanur, Jumat (29/6) mengatakan, kini LPDB sudah menerapkan sistem jemput bola.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Sanur, Jumat (29/6) mengatakan, kini LPDB sudah menerapkan sistem jemput bola.

INDUSTRY.co.id, Bali- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berharap pelaku UKM di Bali tidak usah repot-repot datang ke Jakarta untuk mengurus  pinjaman dana bergulir dengan suku bunga yang rendah.

Mereka cukup mengajukan melalui perwakilan di Bali. Pelaku Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) di Bali memiliki potensi yang bagus untuk berkembang. 

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Sanur, Jumat (29/6) mengatakan, kini LPDB sudah menerapkan sistem jemput bola.

 Itu berarti pelaku KUKM tidak perlu datang ke Jakarta untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut. Menurutnya, pelaku KUKM di Bali yang ingin mengajukan pinjaman dana bergulir kepada LPDB, bisa langsung mengajukannya melalui kantor satgas LPDB yang berada di Bali, Dinas Koperasi kabupaten/kota, perusahaan penjaminan yang sudah bekerjasama dengan LPDB dan proposal pinjaman dana bergulir dapat pula dikirimkan melalui jasa pengiriman dokumen.

“Sistem jemput bola kami terapkan bukan karena ingin membatasi pelaku KUKM datang ke Jakarta, tetapi untuk menekan biaya transportasi dan penginapan yang mereka keluarkan dan anggapan pengajuan ke LPDB susah,” ujarnya.

Ia mengatakan, KUKM layak dibiayai karena memiliki prospek cerah dan produknya telah memiliki pasar tersendiri. Pelaku KUKM di Bali khususnya, potensinya sangat bagus dan dari sisi kreativitas juga tinggi seperti pelaku usaha fashion hingga  ekonomi kreatif yang sudah ada menembus pasar luar.

“Sejak LPDB berdiri 2006 lalu hingga Mei 2018, sudah ada Rp 467 miliar dana tersalurkan ke para pelaku UKM maupun koperasi di Bali,” tegasnya.

Dari jumlah dana pinjaman tersebut, terang Braman, Rp173 miliar sudah lunas dan Rp103 miliar dana masih berputar di para pelaku KUKM. Keunggulannya yaitu bunga rendah untuk sektor produktif  kisaran 4,5 persen dari program Nawacita yang telah ditetapkan yaitu  mengarah pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Untuk industri kreatif maupun manufaktur bisa 5 persen menurun per tahun,” paparnya.

Ia pun mengungkapkan peningkatan KUKM di Bali yang mendapatkan dana pinjaman LPDB mencapai 17 persen dari 2016 ke 2017. Mereka mendapatkan dana bergulir Rp 2-3 miliar per KUKM.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur PT Jababeka, Tbk Sutedja Sidarta Darmono

Senin, 19 November 2018 - 14:45 WIB

Sutedja Sidarta Darmono Jadi Motor Transformasi Jababeka Ciptakan Kota Mandiri Berbasis Industri 4.0

Sutedja Sidarta Darmono, Direktur Jababeka Tbk yang merupakan sang anak pendiri Kawasan Industri seluas lebih dari 5.000 hektare (Ha) ini yang menjadi motor transformasi Jababeka dari pengembang…

Banun Harpini Kepala Balai Karantina Kementan

Senin, 19 November 2018 - 13:26 WIB

Masuki Era Industri 4.0, Kementan Kembangkan Layanan Digital Karantina

INDUSTRY.co.id -

Bogor Seiring peningkatan arus lalu lintas produk pertanian, karantina sebagai otoritas yang menjamin kelestarian dan kesehatan sumber daya hayati,…

Mentan Amran Sulaiman

Senin, 19 November 2018 - 13:21 WIB

Ini Intruksi Menteri Amran Usai Blusukan Dadakan di Polbangtan Bogor

INDUSTRY.co.id -

Suasana Ujian Tengah Semester (UTS) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang semula tenang di Senin (19/11) pagi mendadak berubah.…

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…