Buka Konferensi SEAIS 2018, Menperin Bertekad Lindungi Pasar Industri Baja Domestik

Oleh : Ridwan | Senin, 25 Juni 2018 - 13:45 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Dok. Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Dok. Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah bertekad untuk melindungi pasar industri baja di dalam negeri dari serbuan produk impor seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat global. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat membuka Konferensi dan Pameran South East Asia Iron and Stell (SEAIS) 2018' di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, diperlukan upaya sinkronisasi kebijakan yang berpihak kepada industri baja nasional mengingat potensi pasar domestik yang masih prospektif ke depannya.

"Apalagi, sebagai komponen dasar pertumbuhan ekonomi di setiap negara, industri baja disebut sebagai the mother of industries yang merupakan tulang punggung bagi aktivitas sektor industri lainnya, seperti permesinan dan peralatan, otomotif, maritim, serta elektronik," katanya. 

Menperin menjelaskan, produsen baja di negara-negara berkembang tengah mengantisipasi kelebihan kapasitas baja global yang mengalami surplus terhadap kapasitas produksi hingga 700 juta metrik ton pada tahun lalu. 

"Pada 2017, produksi crude steel secara global mencapai 1,7 miliar ton, hampir 50 persennya berasal dari China, sementara Asia Tenggara menghasilkan 1,5 persen," ungkapnya.

Kondisi tersebut, diproyeksi Airlangga bakal berdampak terhadap beberapa aspek, di antaranya adalah harga, lapangan pekerjaan, tingkat utilisasi dan profit bagi produsen baja. 

"Selain itu berisiko terhadap keberlangsungan industri serta berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat sebagai negara utama konsumen baja telah berencana melindungi industri baja domestiknya dengan menaikkan tarif bea masuk untuk produk baja impor sebesar 25 persen. Implementasi kebijakan AS ini dinilai akan serta merta mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar baja global termasuk membawa efek bagi kondisi produsen baja di negara-negara berkembang.

“Negara produsen baja utama lainnya, seperti Jepang, India dan Korea Selatan bisa saja kemudian membanjiri pasar Asia Tenggara. Dengan demikian, ini menjadi tantangan bagi kita untuk bersama-sama mengantisipasi hal yang akan terjadi di pasar domestik dalam waktu dekat," paparnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, kebutuhan crude steel (baja kasar) nasional saat ini hampir mencapai 14 juta ton, namun baru bisa dipenuhi produksi crude steel dalam negeri sebanyak 8-9 juta ton per tahun, sisanya dipasok dari China, Jepang dan Korea Selatan, Taiwan, India, dan lain-lain.

"Oleh karena itu, Kemenperin semakin memacu peningkatan kapasitas produksi industri baja nasional. Produksi industri baja dalam negeri terus dioptimalkan dan diarahkan pada pengembangan produk khusus bernilai tambah tinggi, sehingga kita tidak perlu lagi impor," tutur Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 September 2018 - 12:00 WIB

Yayasan Danamon Peduli Turut Promosikan Festival Pasar Rakyat di Banjarmasin

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018 (FPR) yang bertajuk Bakunjang ka Pasar atau yang artinya ajakan untuk berkunjung ke pasar tradisional/rakyat.…

Bank BJB

Kamis, 20 September 2018 - 11:28 WIB

Prospek Peringkat Bank BJB Stabil

INDUSTRY.co.id

Pefindo Sematkan Peringkat idAA-Bank Jabar Banten (BJBR) dan obligasi berkelanjutan I/2017. Pefindo juga menegaskan peringkat idA untuk obligasi…

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kamis, 20 September 2018 - 10:38 WIB

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kementerian PUPR dengan Korea Water Resources Corporation (K-Water) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama di bidang pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya…

Ilustrasi Pendaftar CPNS

Kamis, 20 September 2018 - 10:35 WIB

878 Formasi untuk Lulusan SLTA, Kemenkumham Buka Rekrutmen 2.000 CPNS

Sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 42 Tahun 2018 tanggal 2018, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membuka rekrutmen…

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: IST)

Kamis, 20 September 2018 - 10:30 WIB

Masyarakat Harus Manfaatkan Teknologi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.