Kementerian ESDM Tawarkan 6 Wilayah Tambang Mineral ke BUMN dan BUMD

Oleh : Dina Astria | Senin, 25 Juni 2018 - 10:25 WIB

Mineral-foto IST
Mineral-foto IST

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menawarkan enam wilayah pertambangan mineral logam ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Wilayah yang akan dilelang ini merupakan hasil penciutan dari yang telah diatur dalam amendemen kontrak.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan, enam wilayah pertambangan yang ditawarkan tersebut, telah masuk daftar lelang bekas perusahaan tambang mineral pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Sebelum dilelang wilayah pertambangan ditawarkan terlebih dahulu ke BUMN dan BUMD.

"Karena ini kan penawaran prioritas ke BUMN BUMD," kata Bambang, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/6) lalu.

Menurut Bambang, penawaran wilayah pertambangan ke BUMN dan BUMD sudah dilakukan sebelum Lebaran. Saat ini instansinya masih menunggu tanggapan dari BUMN dan BUMD yang mendapat penawaran. "Sudah ditawarkan tidanggal tunggu aja sudah dikirim, sudah lama sebelum Lebaran," tuturnya.

Menurut Bambang, BUMN dan BUMD yang mendapat penawaran wilayah pertambangan diberikan kesempatan selama 30 hari kerja, untuk mengambil keputusan mengelola wilayah pertambangan yang ditawarkan.

"Kan ada aturan berapa sekian puluh hari 30 hari kerja, nanti ada persyaratannya, nanti bersedia berdasarkan apa aspek persyaratannya juga dipenuhi," ujarnya.

Enam wilayah pertambangan bekas KK dan PKP2B yang akan dilelang adalah:

1. Daerah Latao, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka Utara, luas 3,148 ha, komoditas nikel

2. Daerah Suasua, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka Utara, luas 5,899 ha, komoditas nikel

3. Daerah Matarape, Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe Utara, 1,681 ha, komoditas nikel

4. Daerah Kolonodale, Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali Utara, 1,193 ha, komoditas nikel

5. Daerah Bahodopi Utara, Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali, 1,896, komoditas nikel

6. Daerah Rantau Pandan, Jambi, Kabupaten Bungo, 2,826 ha, komoditas batubara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 September 2018 - 12:00 WIB

Yayasan Danamon Peduli Turut Promosikan Festival Pasar Rakyat di Banjarmasin

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018 (FPR) yang bertajuk Bakunjang ka Pasar atau yang artinya ajakan untuk berkunjung ke pasar tradisional/rakyat.…

Bank BJB

Kamis, 20 September 2018 - 11:28 WIB

Prospek Peringkat Bank BJB Stabil

INDUSTRY.co.id

Pefindo Sematkan Peringkat idAA-Bank Jabar Banten (BJBR) dan obligasi berkelanjutan I/2017. Pefindo juga menegaskan peringkat idA untuk obligasi…

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kamis, 20 September 2018 - 10:38 WIB

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kementerian PUPR dengan Korea Water Resources Corporation (K-Water) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama di bidang pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya…

Ilustrasi Pendaftar CPNS

Kamis, 20 September 2018 - 10:35 WIB

878 Formasi untuk Lulusan SLTA, Kemenkumham Buka Rekrutmen 2.000 CPNS

Sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 42 Tahun 2018 tanggal 2018, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membuka rekrutmen…

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: IST)

Kamis, 20 September 2018 - 10:30 WIB

Masyarakat Harus Manfaatkan Teknologi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.