Bangsa Sehat Berasal Dari Tanah Sehat

Oleh : Wiyanto | Minggu, 24 Juni 2018 - 15:53 WIB

Ilustrasi sayuran organic
Ilustrasi sayuran organic

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Tanah sehat adalah tanah yang mampu menopang pertumbuhan tanaman/hewan secara maksimal dan bebas dari bahan pencemar dan OPT (Organisme Penggangu Tanaman). Ciri tanah sehat itu produktif yang ditandai dengan tanaman  tumbuh subur diatasnya, biasanya memiliki kandungan C-organik, P dan K tanahg tinggi.

Selain itu tanah sehat bebas dari residu pestisida, logam berat, hama dan penyakit tanaman.

Tanah sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat, yang sudah pasti akan menghasilkan pangan yang sehat pula. Kesehatan manusia saat ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Manusia yang mengkonsumsi pangan sehat tentu akan mempunyai kesehatan yang prima dan melahirkan bangsa yang cerdas yang memiliki banyak ide atau gagasan brilian. Dengan begitu maka tanah sehat pasti akan menghasilkan bangsa hebat.

Menurut Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Prof. Dedi Nursyamsi, tanah sehat dapat kita peroleh melalui penerapan sistem pertanian organik. Hasil berbagai penelitian membuktikan bahwa sistem ini mampu meningkatkan kesuburan tanah yang terlihat dari tingginya kadar C-organik, N, P dan K tanah.

"Selain itu sistem ini juga terbukti menghasilkan pangan sehat yang berkualitas tinggi sehingga harga jualnya juga tinggi dan petani dapat meninikmati keuntungan maksimal ujar Dedi menambahkan," kata dia di Jakarta, Minggu (24/6/2018)..

Peneliti Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Bogor Dr Diah Setyorini mengatakan bahwa produk pertanian organic lebih tahan lama dibandingkan produk pertanian konvensional. Sayuran organik bisa bertahan segar hingga satu minggu jauh lebih tahan lama dibandingkan sayuran konvensional yang baru 2 hari saja sudah layu. “Selain itu sayuran organik juga bebas resdidu pestisida sehingga aman dikonsumsi”, kata Rini menambahkan.

Ketua komunitas Gagego Organik Eny Ferinanta mengatakan bahwa saat ini penggiat pertanian organic sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kini masyarakat sudah mulai sadar terhadap produk pangan sehat dan berkualitas. “Menurut laporan para kordinator wilayah, hasil pertanian organik juga tidak kalah dengan hasil pertanian konvensional”, ujar Eny menambahkan.

Sebut saja ketua Poktan Marsudi Among Tani Pak Slamet dari Desa Dawuhan, Kec. Banyumas, Kab. Banyumas mampu menghasilkan rata-rata padi organik 8.3 t/ha. Hasil ini setara bahkan lebih tinggi daripada padi konvensional. Slamet menggunakan padi varietas Ciherang, fermantasi urin sapi, air kelapa plus mikroba, asam humat, dan pestisida nabati.

Lebih lanjut Eny menjelaskan bahwa produk pertanian organic kini sudah masuk pasar modern, seperti di Kota Pati bahkan di kota-kota besar seperti di Jakarta sudah masuk supermarket. Petani organik asal Cisayong, Tasiklamalaya Kribo Affandi mampu mengekspor padi organik ke manca negara. Petani yang akrab dipanggil Ibo ini mengatakan bahwa kelompok taninya mengekspor padi organic dengan harga 3 kali lipat dibandingkan harga domestic sehingga petaninya bisa hidup sejahtera.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).