PLN Bangun PLTG 40 MW di Manokwari Papua Barat

Oleh : Hariyanto | Minggu, 24 Juni 2018 - 16:01 WIB

PLTGU ilustrasi
PLTGU ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Manokwari- PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 40 MW di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

General Manager PLN Area Manokwari Sulisiono di Manokwari, Sabtu (23/6/2018) mengatakan pembangunan PLTG, yang berlokasi di wilayah Sowi, Distrik Manokwari Selatan, akan berlangsung dalam dua tahap.

"Tahap pertama akan dilaksanakan tahun 2018 ini, untuk kapasitas 20 MW, tahap kedua (20 MW lagi) akan dibangun berikutnya. Untuk tahap pertama sudah selesai dilelang di PLN pusat dan sepertinya sudah ada kontraktor yang menang," katanya.

Sulisiono mengatakan kebutuhan bahan bakar gas PLTG tersebut akan dipasok dari BP Tanggung di Teluk Bintuni.

Sarana dan prasarana lain seperti pelabuhan akan dipersiapkan untuk mendukung pasokan gas menuju PLTG ini.

"Namun, pada tahap awal ini kami akan menggunakan BBM (bahan bakar minyak) dulu sampai infrastruktur dan pasokan gas siap didatangkan," ujarnya lagi.

Ia mengutarakan bahan bakar gas lebih efisian dibanding minyak, sehingga diharapkan infrastruktur lain segera disiapkan agar gas bisa masuk ke PLTG tersebut.

Menurut dia, PLN terus berusaha meningkatkan stok daya listrik dengan membangun pembangkit di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.

"Ini bagian dari program Nawacita, program Indonesia Terang dan program Papua Terang. Bapak Presiden Jokowi menginginkan seluruh pelosok di Papua dan Papua Barat ini teraliri listrik," sebutnya.

Sulisiono juga mengutarakan, saat ini beban puncak listrik di wilayah Manokwari berkisar antara 21 MW hingga 25 MW perhari.

Sementara, stok yang tersedia sudah mencapai 32 MW, dengan demikian PLN Manokwari mengalami surplus sembilan MW.

Menurut dia, dengan pasokan daya baik dari pembangkit milik sendiri maupun PT SDIC Papua Sement Indonesia, PLN Manokwari mampu mencukupi kebutuhan listrik di Manokwari.

"Apalagi, kalau pembangkit baru berbahan gas ini nanti sudah beroperasi, maka pasokan tentu akan lebih lancar dan mendukung kebutuhan dunia usaha atau investasi di Manokwari," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…