Ekspansi Waralaba Toko Emas ala Hartadinata Abadi

Oleh : Dhiyan H Wibowo | Sabtu, 23 Juni 2018 - 13:30 WIB

Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (kiri)
Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (kiri)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produsen dan peritel perhiasan emas yang menawarkan  konsep waralaba, PT Hartadinata Abadi Tbk mulai haus akan pertumbuhan dan penguasaan pangsa pasar. 

Pembukaan ratusan outlet toko emas segmen kelas menengah bawah pun disiapkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Bisnis ritel perhiasan emas sejauh ini telah dianggap sebagai sebuah bisnis yang amat berbasis pada kepercayaan, baik bagi sesama pengelola bisnis ritelnya hingga bagi para konsumen. 

Maka tak heran bila  bisnis ritel perhiasan emas hampir sebagian besar dikelola oleh satu keluarga, atau merupakan bisnis keluarga. 

Outlet bisnis ritel perhiasan emas yang dimiliki satu entitas usaha keluarga pun nyaris terbatas, hanya pada hitungan single digit semata. 

Bisa dimaklumi, dengan keterbatasan jumlah anggota keluarga yang menjadi pengelola, plus sulitnya membuka kepercayaan konsumen di wilayah dan pasar yang berbeda, membuka satu outlet baru menjadi sebuah tantangan buat mereka.

Tipikal skema usaha ritel perhiasan emas di dalam negeri ini seperti didobrak oleh PT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan produsen perhiasan emas yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. 

Perusahaan yang baru tahun 2017 lalu mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia ini justru berani menawarkan sistem waralaba toko emasnya dengan brand ACC kepada publik yang ingin berinvestasi di bisnis ritel perhiasan emas. 

Perusahaan berkode bursa HRTA ini berani menawarkan sistem waralaba pada publik, karena perseroan berani menjamin keberlangsungan pasokan perhiasan yang akan diperoleh investor. 

Pasalnya HRTA memiliki empat fasilitas produksi perhiasan yang diperkuat oleh para desainer perhiasan yang cukup mumpuni.  

Disampaikan Sandra Sunanto, Direktur Utama HRTA, pihaknya saat ini telah menjalin hubungan dengan 600 toko perhiasan emas di seluruh Indonesia. 

“Dan perusahaan telah memiliki tiga kategori merek produk toko emas, yakni toko emas ACC, yang menyasar pada kelas menengah bawah, lalu Celine Jewelry yang menjual perhiasan emas dengan aksesori berlian, menyasarkelas menengah atas. Berikutnya Claudia Perfect Jewelry yang menyasar pada kelas menengah atas dengan menyediakan fashion jewelry dan cincin kawin,” kata Sandra kepada INDUSTRY.co.id beberapa waktu lalu. 

Hingga Mei tahun ini, perusahaan tercatat akan memiliki 26 toko dengan brand ACC,  yang empat toko di antaranya merupakan  toko milik franchisee,  serta 7 toko dengan brand Claudia Perfect Jewelry, dan sebuah outlet Celine Jewelry. “Pada bulan Mei ini kita akan membuka toko baru di Madura,” ujarnya. 

Untuk meningkatkan kinerjanya, perusahaan di tahun ini akan melakukan ekspansi dengan membuka 100 toko dengan brand ACC hingga akhir 2018, dan 100 toko baru lainnya di tahun 2019. 

Nantinya, kata Sandra, 60% di antara toko-toko yang akan dibuka tersebut, merupakan toko milik perusahaan, dan sisanya 40% akan merupakan toko para franchisee yang menjadi mitra PT Hartadinata Abadi Tbk.

Dengan perkiraan investasi untuk pembukaan tiap toko yang sebesar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, plus menyiapkan pasokan produk perhiasan untuk tiap toko, maka perusahaan diproyeksikan akan membutuhkan belanja modal sebesar Rp300 miliar untuk tahun ini. 

“Biasanya untuk outlet ACC hanya dibutuhkan space yang kecil, dengan luas 10 meter persegi pun bisa membuka toko emas ACC,” kata Sandra. 

Untuk itu perusahaan pun menyiapkan corporation plan berupa penerbitan surat utang ataupun medium term notes. 

“Namun sejauh ini kami belum memutuskan, instrumen apa yang akan kami terbitkan untuk membiayai aksi korporasi kami,” imbuhnya.

Terkait  kinerja keuangan, pada tahun 2017 lalu HRTA berhasil mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 15,64% menjadi sebesar Rp 147 miliar. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp112 miliar. 

Total pendapatan tahun 2017 lalu tumbuh 13% menjadi Rp 2,482 triliun dibanding periode tahun sebelumnya. 

Di tahun ini, perseroan pun mentargetkan bisa mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% hingga 15%, dengan peningkatan laba  sebesar 9%. 

Perseroan berharap  menjelang Idul Fitri tahun ini, penjualan di periode menjelang lebaran bisa melonjak tiga kali lipat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Mengomentari kondisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS akibat kebijakan ekonomi pemerintah Amerika Serikat, menurut Sandra situasi ini   berpengaruh pada harga emas yang bergerak naik. 

Jadi, kata Sandra, secara pencatatan akunting pendapatan Hartadinata mengalami kenaikan karena harga emas yang terus naik.  

“Kalau dampak pada penjualan  sebenarnya tidak terlalu besar, karena konsumen biasanya melakukan switching di saat harga emas tinggi, dari emas kadar tua ke kadar muda.  Harga emas kadar tua sedikit turun penjualannya pada saat harga emas naik.  Masyarakat beralih ke emas kadar muda, karena emas kadar tua dinilai sudah cukup mahal,” papar Sandra.

Perseroan saat ini memiliki pabrik perhiasan emas dengan kapasitas 2.500 kg, dan utilisasi saat ini tercatat baru sebesar 16%. 

Sandra optimistis seiring dengan pertumbuhan jumlah toko, utilisasi akan ikut meningkat  karena pabrik akan memasok perhiasan untuk toko-toko milik perseroan. 

Sementara terkait  market share produksi, HRTA disebutkan Sandra  menguasai  12%-15% pangsa pasar, menyusul upaya ekspansi perseroan pasca IPO.

Di tahun ini, perseroan juga akan ikut berpartisipasi  dalam ajang gelaran Jewellery Fair 2018 yang digelar di bulan lalu. 

Di gelaran ini perseroan  menampilkan sejumlah produk terbaru unggulan yang dicetak secara terbatas,  dengan tema “Dari Hartadinata Untuk Indonesia”. 

“Pameran ini merupakan ajang terpenting sebagai tempat dan kesempatan bagi para pemain dan pemilik usaha untuk berkumpul, berdagang dan saling bertukar informasi teranyar,” kata Sandra.

Hartadinata dalam pameran tersebut kesempatan ini menampilkan rangkaian produk unggulannya  yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Indonesia. 

Koleksi perhiasan bertema Dari Hartadinata untuk Indonesia ini terinspirasi dari binatang komodo, burung cendrawasih, loreng harimau, hutan tropis, motif batik parang, motif batik mega mendung, motif batik kawung, rumah adat Minangkabau, dan ukiran Jepara. 

Disampaikan Sigit, Head of Designer Production HRTA, Perseroan melihat alam dan budaya Indonesia sangat kaya, kekayaan inilah yang menjadi inspirasi perusahaan dalam meluncurkan tema Dari Hartadinata untuk Indonesia.

Baru-baru  ini HRTA juga  meluncurkan jaringan distribusi terbaru melalui e-commerce yang dapat diakses melalui www.hrta.store. 

E-commerce ini, kata Direktur Produksi dan Operasional HRTA Cuncun Muliawan, mampu memperpendek waktu perputaran permintaan dan penyediaan desain perhiasan emas. 

Ia  menyebut platform penjualan ini  merupakan faktor kunci dalam jual-beli perhiasan dari yang sebelumnya bisa lebih dari 7 hari, menjadi 1-2 hari.

Platform ini ditujukan kepada whole seller dan retailer Hartadinata sehingga sifatnya masih business to business. 

Penyediaan platform ini juga merupakan realisasi dari strategi bisnis Hartadinata  yang 2% dari total dana IPO-nya akan digunakan untuk membuat platform katalog digital untuk mempercepat pengiriman produk ke gerai retail  dan memberikan deesain produk terbaru secara real- time.

Dalam skema distribusi konvensional, sebagian besar penjualan bergantung pada kemampuan wholesaler dalam membeli produk perusahaan dalam skala yang besar dan mendistribusikan kembali ke jaringan distribusi mereka sendiri. 

Hal ini bisa memakan waktu dalam hitungan minggu untuk menjangkau konsumen akhir. 

Namun dengan e-commerce ini, gerai ritel dan pedagang grosiran bisa mendapatkan akses real-time ke platform e-commerce perusahaan yang menampilkan produk terbaru yang tersedia untuk pre-order. 

Gerai retail juga bisa langsung meminta persediaan ulang dengan model terbaru, dengan pengiriman dalam hitungan hari.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sales Director Maxima Global Solusindo Anthony Hermansjah (kedua dari kanan) saat peluncuran 3 seri produk CCTV Uniview, Jakarta, Kamis (13/12/2018)

Kamis, 13 Desember 2018 - 22:51 WIB

Penuhi Kebutuhan Industri, Uniview Luncurkan 3 Seri Produk CCTV

Jakarta Bertempatan di The Pallas SCBD Jakarta, Maxima Global Solusindo sebagai National Distributor untuk merek ternama dan terdepan untuk perangkat kamera cctv (video surveillance) di pasar…

B Ramanathan (Ram)

Kamis, 13 Desember 2018 - 22:15 WIB

B Ramanathan Resmi Jadi Chief Executive Ogilvy di Indonesia

Ogilvy mengumumkan penunjukan B Ramanathan (Ram) sebagai Chief Executive di Indonesia, Ram memiliki posisi ganda yang sebelumnya sebagai CEO dari Bates CHI & Partners Indonesia.

Botany Restaurant Holiday Inn Jakarta Kemayoran

Kamis, 13 Desember 2018 - 21:20 WIB

Menanti Moment Pertama di 2019 Bertema Viva Las Vegas di Holiday Inn Jakarta Kemayoran

Holiday Inn Jakarta Kemayoran menghadirkan keseruan suasana bersantap dihangatnya malam Natal dengan jajaran menu makan malam tradisional.

Artis sekaligus calon anggota legislatif DPR RI dari Fraksi PAN, Mandala Abadi mengajukan eksepsi atau nota pembelaan atas dakwaan dugaan pelanggaran kampanye ke PN Jakpus, Rabu (12/12/2018)

Kamis, 13 Desember 2018 - 20:41 WIB

Didakwa Langgar UU Kampanye, Ini Penjelasan Mandala di Persidangan

Calon anggota legislatif DPR RI, Mandala Abadi Shoji menjalani pemeriksaan hari kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam perkara dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan bersama rekan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 13 Desember 2018 - 19:30 WIB

Punya Potensi Ekonomi Capai USD 150 Miliar, Menperin Minta Pelaku IKM Manfaatkan Industri Digital

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri digital memiliki potensi ekonomi sebesar USD 150 miliar, jika potensi ini bisa dimanfaatkan sscara maksimal oleh pelaku ekonomi.