Bank BRI Sambut Baik Penurunan Tarif Pajak UMKM

Oleh : Dina Astria | Sabtu, 23 Juni 2018 - 08:45 WIB

Presiden Jokowi saat peluncuran Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM menjadi 0,5% (Dok Industry.co.id)
Presiden Jokowi saat peluncuran Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM menjadi 0,5% (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Surabaya - Pemerintah resmi meluncurkan insentif  mengenai penurunan tarif pajak UMKM di JX International Expo Surabaya, Jumat (22/6). Insentif ini diatur sesuai dengan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.  Hadir dalam peluncuran tersebut Presiden RI Joko Widodo, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution juga Direktur Utama Bank BRI Suprajarto. 

Insentif ini berlaku bagi UMKM yang memiliki omzet kurang dari Rp 4,8 miliar per tahun di mana PPh menjadi 0,5% dari sebelumnya 1%. Suprajarto yang hadir sebagai salah satu pembicara pada peluncuran tersebut mengatakan bahwa sebagai bank yang fokus di pembiayaan UMKM, Bank BRI dan juga HIMBARA menyambut baik insentif penurunan tarif pajak UMKM tersebut. Penurunan tarif akan membantu para pelaku UMKM untuk lebih mengembangkan usaha dan meningkatkan investasi karena beban pajaknya menjadi lebih kecil. “Insentif ini juga diharapkan dapat lebih menggerakkan roda perekonomian dengan memperkuat usaha formal sekaligus memperluas akses finansial”, imbuh Suprajarto. 

Bank BRI mendukung proses penyetoran pajak melalui saluran pembayaran pajak untuk pelaku UMKM dengan menyediakan lebih dari 10.000 unit kerja serta 330.000 Electronic Channel yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu perseroan akan turut mensosialisasikan kebijakan tersebut dan mendorong UMKM untuk membayar PPh Final tepat waktu. 

Hingga kuartal I tahun 2018, Bank BRI telah menyalurkan kredit ke segmen UMKM senilai Rp 584,7 Triliun atau 77,2 persen dari keseluruhan portofolio kredit BRI. Penyaluran kredit ke segmen UMKM tersebut diantaranya yakni melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir triwulan I 2018, penyaluran KUR BRI tercatat Rp.22,3 Triliun atau setara 28,1 persen dari target penyaluran KUR yang di breakdown oleh Pemerintah kepada Bank BRI di tahun 2018 yakni sebesar Rp.79,7 Triliun. 
Pada kesempatan yang sama, Suprajarto mengungkapkan bahwa Bank BRI akan terus menyalurkan KUR sesuai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah namun tetap berpegang pada prinsip kehati hatian dalam penyalurannya. 

Peran Bank BRI Kuatkan UMKM Hadapi Era Revolusi Industri 4.0 

Pada saat peluncuran Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM menjadi 0,5%, Presiden Joko Widodo berpesan kepada para pelaku UMKM agar beradaptasi dengan revolusi industri 4.0. Presiden mengatakan pengusaha harus segera menyesuaikan dan jangan ketergantungan untuk berjualan secara langsung, namun ada pula sistem jualan online atau daring yang juga bisa dimanfaatkan. 
Suprajarto pun mengamini pernyataan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, Bank BRI pada awal tahun 2018 telah meluncurkan Indonesia Mall, platform e-commerce untuk mendorong UMKM go-online. Produk unggulan dari UMKM binaan BRI dapat langsung di akses di e-commerce rekanan dan dapat membantu UMKM tersebut untuk meningkatkan jangkauan penjualan produk mereka. Indonesia Mall sendiri dapat diakses melalui http://bit.ly/IndonesiaMall. "Indonesia Mall merupakan salah satu strategi Bank BRI untuk mendorong pelaku UMKM go online, memanfaatkan e-commerce untuk memperluas kapasitas dan kapabilitas sehingga mampu mendorong Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar se Asia Tenggara," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).