Harga Emas Semakin Tak Berkilau Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Oleh : Ridwan | Kamis, 21 Juni 2018 - 13:30 WIB

Pekembangan Emas
Pekembangan Emas

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Emas kembali kehilangan pesonanya setelah harganya kian turun. Pada perdagangan Kamis (21/8/2018) pagi, harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 di Commodity Exchange kembali mencapai titik terendah tahun ini di posisi US$ 1.271,20 per troy ounces. Ini adalah penurunan 0,26% dibandingkan perdagangan Rabu (20/8).

Dalam tiga hari perdagangan, akumulasi penurunan mencapai 0,69% kendati sempat naik ke atas level US$ 1.300 per troyounces, belakangan melorot lagi ke level di bawah US$ 1.300 pada akhir pekan hingga kini.

Harga emas semakin kehilangan pesona setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan. Seperti diketahui, suku bunga acuan Bank Sentral AS naik sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% hingga 2,00% pada Rabu (14/6).

Kenaikan suku bunga ini merupakan yang kedua di 2018 dan ketujuh sejak akhir 2015. Kenaikan suku bunga The Fed pun diprediksi mencapai empat kali pada tahun ini.

Dalam pernyataannya, Bank Sentral menjelaskan, kebijakan penaikan suku bunga acuan dengan alasan realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi.

Menurut The Fed pasar tenaga kerja AS telah “terus menguat” dan kegiatan ekonomi telah “naik pada tingkat yang mantap”, dengan belanja rumah tangga meningkat dan investasi bisnis tetap tumbuh kuat.

The Fed juga menyatakan, baik inflasi secara keseluruhan maupun apa yang disebut inflasi inti untuk barang-barang selain makanan dan energi telah bergerak mendekati 2%. Hal ini menunjukkan bahwa para pejabat Fed semakin yakin tentang inflasi akan mencapai targetnya sebesar 2%.

Di sisi lain, perang dagang tidak menyebabkan harga emas menguat. Investor lebih memilih safe haven berupa dolar AS dan US Treasury untuk mengalihkan dana dari aset berisiko. Hal ini menyebabkan mata uang dolar AS menguat sedangkan harga emas trun.

“Suku bunga tinggi dan dolar yang menguat menyebabkan harga emas tertahan, setidaknya untuk jangka pendek,” ujar Will Rhind, CEO GraniteShares kepada Reuters.

Simona Gambarini, Analis Capital Economics, mengatakan suku bunga tinggi menyebabkan emas yang tidak memiliki imbal hasil menjadi kurang menarik. “Penurunan harga emas tipis saja karena permintaan safe haven ini masih ada,” katanya.

Sebelumnya, Nicolas Mathier, Managing Partner Global Precious Metals, memperkirakan, emas akan diperdagangkan lebih tinggi pada tahun ini. Pasalnya, investor melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko di pasar saham dan ketidakpastian geopolitik yang dilakukan Presiden AS Donald Trump.

“Emas terutama dibeli sebagai lindung nilai terhadap risiko sistematis atau risiko counter-party,” kata Mathier, seperti dilansir Bloomberg.

Menurut dia, tahun lalu, pasar ekuitas sedang booming. Sedangkan tahun ini, pasar ekuitas akan sama, booming, namun dengan banyak volatilitas, yang tidak terjadi pada 2017.

“Minat investor pada emas sekarang lebih besar daripada tahun lalu, dan harga mungkin menyentuh level tertinggi US$ 1.425 per troy ounce pada tahun ini,” ujar Mathier.

Tahun lalu, harga rata-rata emas spot di kisaran US$ 1.259 per troy ounces. Sedangkan, tahun ini, rata-rata harga emas diperkirakan berada di level US$ 1.385 per troy ounces.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kementerian Koperasi Gelar Bimtek Pengawsan Koperasi yang dilaksanakan di Gorontalo 19-20 September 2018 ini diikuti Satgas Pengawas Koperasi dan Satgas Pengawas Usaha Simpan Pinjam se Provinsi Gorontalo.

Rabu, 19 September 2018 - 21:34 WIB

Perkuat Pengawasan Koperasi Melalui Peningkatan IT

Kementerian Koperasi dan UKM terus memberikan pembekalan terhadap satuan tugas pengawasan koperasi di daerah terkait pemahaman regulasi. Pembekalan ini sekaligus memberikan dukungan kepada satgas…

Ruben Onsu Selaku Pemilik Geprek Bensu saat menyerahkan secara simbolis hadiah Umroh dan Holy Trip kepada pemenang (Foto: Dok. Geprek Bensu)

Rabu, 19 September 2018 - 21:05 WIB

Geprek Bensu Umumkan Undian Hadiah Umroh dan Holy Trip Kepada Empat Pemenang Beruntung

Outlet Geprek Bensu yang memiliki khas ayam geprek sangat di minati oleh masyarakat luas, BrandGeprek bensu yang berdiri sejak 17 April 2017 ini menargetkan mampu membuka 100outlet di seluruh…

Press conference CDE Product information di JIExpo Kemayoran

Rabu, 19 September 2018 - 20:55 WIB

Terus Berinovasi, Produk CDE Sand Washing Plant PT. Adi Satya Sentosa Jadi Solusi Hindari Illegal Mining

Perusahaan yang bergerak dibidang perusahaan umum hingga ke industri berskala besar, PT. Adi Satya Sentosa terus berinovasi dan mengembangkan diri sebagai instansi penyedia jasa terbaik dibidang…

Citi Indonesia Dukung Penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 WIB

Citi Indonesia Dukung Penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games

Citi Indonesia (Citibank) hari ini mengumumkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games sebagai Official Sponsor, yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 6…

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka pameran Ulos Hangoluan (Foto: Dok. Kemenpar)

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 WIB

Buka Pameran Ulos Hangoluan dan Tondi, Menpar Dibuat Kagum

Kain khas Suku Batak, Ulos, ternyata memiliki nilai yang sangat tinggi. Ulos pun punya peranan penting dalam kehidupan warga Suku Batak. Makna inilah yang coba disampaikan dalam pameran Ulos,…