Harga Emas Turun Didikte Apresiasi Dolar

Oleh : Wiyanto | Rabu, 20 Juni 2018 - 16:00 WIB

Pekembangan Emas
Pekembangan Emas

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Emas terperosok walaupun situasi perdagangan yang semakin tegang telah menimbulkan kewaspadaan di pasar finansial dan di kalangan investor.

Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM  mengatakan, faktor utama yang memengaruhi penurunan harga emas adalah apresiasi Dolar AS.

“Emas terancam semakin melemah karena Dolar sepertinya tetap akan menguat dengan sentimen bullish terhadap ekonomi AS dan peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS,” ujar dia di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Ia katakan, ada argumen bahwa logam mulia ini berpotensi memantul didukung oleh ketegangan dagang dan ketidakpastian geopolitik, namun apresiasi Dolar dapat terus menghalangi kenaikan harga emas.

Dari sisi teknis, lanjut dia, emas tetap tertekan pada kerangka waktu mingguan. Jika emas terus melemah di bawah $1280 maka ini dapat menjadi indikasi awal bahwa bears kembali berkuasa.

“Level support sebelumnya di sekitar level ini dapat berubah menjadiresistance dinamis yang membuka jalan menuju $1264,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

Rabu, 19 September 2018 - 10:00 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

BNI Syariah meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 12th Annual Best Financial Institution Awards & 8th…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…