Kementerian BUMN Perkirakan Laba Bersih BUMN Karya Mencapai Rp7 Triliun Pada Semester I 2018

Oleh : Hariyanto | Rabu, 20 Juni 2018 - 11:50 WIB

PT Adhi Karya Tbk (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
PT Adhi Karya Tbk (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang memperkirakan, laba bersih BUMN karya pada semester I 2018 dapat mencapai Rp7 triliun.

BUMN karya tersebut adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT PP (Persero) Tbk. 

“Data sampai Mei menunjukkan kinerja keuangan lebih bagus dari kuartal I, dengan capaian laba bersih sekitar Rp5,5 triliun,” ujar Abe, sapaan akrabnya, baru-baru ini. 

Dengan pencapaian laba bersih sampai dengan Mei 2018 sebesar Rp5,5, triliun, ia optimistis laba bersih enam BUMN karya bisa terealisasi sekitar Rp7 triliun hingga akhir Juni tahun ini. 

“Rencana pencapaian tersebut ditopang oleh berbagai proyek yang tengah dikerjakan oleh BUMN karya, seperti jalan tol, dan sebagainya,” kata bekas Wakil Direktur Utama Pertamina (Persero). 

Selain itu, pemerintah tengah mendorong Waskita Karya untuk melepas kepemilikan saham minoritas pada beberapa ruas jalan tol. Hal ini disebabkan banyaknya proyek jalan tol yang tengah dan akan dikerjakan oleh perseroan.

“Supaya proyek yang lain bisa fokus dikerjakannya. Kan, Waskita bukan operator jalan tol,” tutur dia.

Untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol yang tengah dikerjakan, Waskita membutuhkan pendanaan yang besar. Saat ini, perseroan memiliki plafond pinjaman sebesar Rp70 triliun dan baru terserap sekitar Rp40 triliun.

“Tetapi saya tidak setuju mereka ambil plafond kredit menyeluruh kalau covenant-nya sudah lewat,” ujarnya.(imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…